Si Jago Merah Mengamuk di Pulau Makasar – FAJAR Sultra
News

Si Jago Merah Mengamuk di Pulau Makasar

FOTO-Kebakaran-Sekolah-di-Puma-01

BUTONPOS.COM, BAUBAU–Naas terjadi di tengah-tengah meriahnya pegelaran Festival Perairan Pulau Makasar (FPPM), Minggu (21/8). Berjarak kurang satu kilometer dari lokasi festival, gedung SMK Negeri 4 Baubau terbakar.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 13.45 Wita di Pulau Makasar (Puma), Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau. Perhatian masyarakat yang sebelumnya tertuju pada festival, sontak terpecah dengan gumpalan asap dari arah sekolah bidang perikanan dan pelayaran itu.

Angin cukup kencang dan minimnya sumber air, membuat masyarakat sedikit kewalahan meladeni amukan ‘si jago merah’. Warga setempat terpaksa hanya menyirami air seadanya, melempari batu, bahkan ada yang tidak bisa berbuat apa-apa, dikarenakan topografinya yang cukup jauh dari laut. Api mulai reda sekitar dua jam disaat bangunan mulai habis dilahap api.

Warga setempat, La Ode Yusuf mengaku tiba di lokasi kejadian ketika api baru mulai membesar. Kala itu, api melahap bangunan mulai dari bagian atas, sehingga semakin menyulitkan warga untuk memadamkannya. Diduga, api tersebut bersumber dari bara api rumput kering yang terbakar di sekitar sekolah.

Sama dengan La Ode Yusuf, penjaga SMKN 4 Baubau, Junadin pun memiliki dugaan yang sama soal penyebab kebakaran tersebut. Kata dia, gedung ini bukan ruang kegiatan belajar mengajar, melainkan aula serbaguna yang saat kejadian di dalamnya berisi bahan bangunan yang tidak bisa terselamatkan.

“Tadi jam setengah 11 di sini (SMKN 4 Baubau, red) sampai jam setengah 12, saya periksa belum ada apa-apa. Jam-jam setengah dua saya sudah dengar terjadi kebakaran,” jelas Junadin di tempat kejadian.

Baca Juga:

Festival Puma Dinodai Pencurian Listrik

Sementara itu, Kepala SMKN 4 Baubau, La Saani SPd mengaku mengetahui salah satu bangunan sekolah terbakar ketika baru tiba di Kota Baubau. Padahal sesaat belum kejadian, ia berada di Puma dalam rangka menghadiri Festival Puma.

Sama dengan yang lain, La Saani juga menduga kebakaran berawal dari rembetan rumput kering yang terbakar.

“Sebelum saya masuk di sini, 2012 lalu gedung ini pernah juga terbakar, tapi katanya waktu itu tidak sampai besar seperti ini. Jadi gedungnya masih digunakan. 2012 itu, gedung kantor yang rata dengan tanah,” ungkap La Saani.

Dijelaskan, bangunan yang terbakar saat ini merupakan gedung serba guna yang sudah jarang digunakan. Saat ini lebih berfungsi sebagai gudang barang dan sesekali digunakan sebagai ruang praktik olahraga.

Akibat kebakaran ini, diperkirakan kerugian mencapai Rp 400 juta.

Masih di tempat yang sama, Kapolsek Kokalukuna, Ipda Muhammad Tahir menegaskan, untuk saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran. Jika ternyata terdapat unsur tindak pidana dalam kebakaran ini, maka pihaknya siap memprosesnya secara hukum.

“Informasi dari masyarakat, kebakaran gedung ini katanya dari rumput yang terbakar. Kita belum melihat ada tindak pidana di dalamnya, tapi yang jelasnya kami masih selidiki,” pungkas Tahir.(exa/m4)

Baca Juga:

Kemenpar Berharap Baubau Jadi Jalur Emas Wisata Dunia

Buton Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top