Kadis Perhubungan Diusir dari Rapat Komisi DPRD – FAJAR Sultra
News

Kadis Perhubungan Diusir dari Rapat Komisi DPRD

KOLAKA POS, KOLAKA – Dinilai tidak becus dalam menyiapkan bahan rapat pembahasan Rencana Kerja Anggarannya dalam Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P)tahun 2016 di Komisi III DPRD Kolaka, Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi dan Informatika, Bakri Balusu “diusir” atau dikeluarkan dari ruang rapat tertutup yang digelar oleh Komisi III kemarin di DPRD Kolaka.
“Karena tidak singkronnya nilai RKA yang dia bawa dengan RKA yang disodorkan oleh Bupati dalam Nota Keuangan RAPBDP, makanya saya minta dalam rapat tadi dipending, dan itu diamini oleh Ketua Komisi, makanya tadi kita tidak lanjutkan pembahasannya, sebab tidak singkron yang menjadi dasar kita nota keuangan itu, karena itu sudah diparipurnakan,” tutur Rusman.
Legislator Partai Demokrat itu juga mengatakan bhawa Bakri Balusu sempat melakukan lobi-lobi untuk meneruskan pembahasan rapat tersebut, namun gagal dan ditolak oleh anggota Komisi III.”Sempat dia sampaikan bahwa gampang nanti di konek-konekkan, tetapi kita tidak mau sebab ini hal penting, masa lain di nota keuangan lain yang dia sodorkan,” tutur Rusman.
Anggota Komisi III lainnya, Hasbi Mustafa, dengan tidak singkornnya RKA Dinas Perhubungan dan Nota Keuangan Bupati tersebut menandakan ketidak becusan dari kinerja Kepala Dinasnya. “Ini penting untuk disampaikan, tidak sinkronnya ini menandakan Kadisnya tidak becus dan tidak profesional, kurang koordinasi dengan Bappeda, maunya sendiri, bagaimana Kadis cara kerjanya begini?, Kasian Pak Bupati kalau begini,” tutur Legislator Hanura itu.
Hasbi juga menjelaskan bahwa ketidaksingronan antara RKA dari Kadis Perhubungan dengan Nota Keuangan RAPBD-P tersebut terlihat sangat janggal sebesar 2 Milyar lebih. “Jauh sekali tidak singkornnya sampai 2 Milyar lebih, di Nota Keuangan Bupati disitu tertera 10 Milyar Tiga Ratus lebih sebelum Perubahann, dan dalam RAPBD P ini mengalmai Perubahan menjadi 12 Milyar lebih, jadi ada tambahan 2 Milyar lebih, sementara RKA yang dia sodorkan itu 9 Milyar, ini kan sangat jauh berbeda, Bupati Kasi naik, dia malah turun, heran kita,” tutur Hasbi.
Atas Kejadian itu, Legislator Hanura itu berharap Kadis Perhubungan dapat memperbaiki kinerjanya dalam membantu Bupati untuk mewujudkan visi dan misi Kabupaten Kolaka yang berkeadilan dan Sejahtera.
Sementara itu Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Ismail Bella yang datang usai kejadian itu mengatakan bahwa Hal tersebut belum final.”Itu semua kan belum final, terkait hal itu ya tentu akan menjadi penilaian, tentu DPRD juga nanti akan menyampaikan kesimpulannya,” ungkap Ismail Bella.(cr4/hen)

Kolaka Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top