Dugaan Pencurian Listrik, PLN Rayon Baubau Melemah – FAJAR Sultra
News

Dugaan Pencurian Listrik, PLN Rayon Baubau Melemah

FOTO-KEGIATAN-FESTIVAL-PUMA

BUTONPOS.COM, BAUBAU–Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kota Baubau akhirnya aman dari sanksi denda atas dugaan pencurian listrik yang dilakukan pada saat Festival Pantai Pulau Makassar (FPPM), Minggu (21/8).

Pasalnya, PLN Rayon menyatakan tindakan penyambungan listrik dari tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) itu tidak masuk dalam kategori pencurian.

“Di festival Puma jadi dia bukan pencurian. Jadi itu waktu tim kami ke sana untuk menertibkan sambungan listrik yang dianggap membahayakan. Kalau prosedurnya di PLN itu, kalau ada sambungan yang membahayakan akan kita amankan dulu, nanti di kantor ada tim analisa dan mengevaluasi untuk menganalisa apakah itu pelanggaran atau bukan,” jelas Manajer PLN Rayon Baubau, Latif dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (9/9).

Lanjut Latif, setelah melalui analisa ternyata tim tidak menemukan adanya unsur pelanggaran yang dilakukan Distamben dalam penyambungan listrik tersebut. “Hasil analisanya ternyata sebenarnya sambungannya sudah sesuai, karena dia sambung setelah pembatas dan alat ukurnya kita. Jadi tidak ada masalah terkait pelanggaran untuk pemakaiannya,” ujarnya.

Hanya saja, kata dia, cara penyambungan dimana kabel dibiarkan melintang di badan jalan merupakan tindakan yang cukup membahayakan keselamatan masyarakat. “Yang kami sayangkan adalah sambungannya itu tidak diamankan. Jadi dianggap membahayakan, sehingga kami perlu mengamankan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, tim Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) yang terjun ke lokasi FPPM menemukan sambungan kabel dari tiang PJU ke stan Distamben. Kala itu, Distamben dianggap telah melakukan pengunaan listrik tanpa izin dan diduga melakukan pencurian. Hal itu dibenarkan Latif, karena memang salah satu tugas pokok tim P2TL adalah melakukan penertiban terhadap pemakaian tenaga listrik secara berbahaya.

“Sebelumnya diduga karena tim yang datang adalah tim P2TL untuk penertiban pemakaian tenaga listrik. Tim itu memang salah satu tugasnya adalah mengamankan sambungan yang dianggap membahayakan,” pungkasnya.

Dilansir sebelumnya, Supervisor pelayanan PLN Rayon Baubau, Sandrach menilai jika memang fakta yang terjadi sesuai laporan stafnya di lapangan, maka tindakan penyambungan kabel dari tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) ke stan Distamben itu bisa dianggap perbuatan tidak pantas dicontoh.

“Harusnya kan Pemda memberi contoh yang baik, minimal kalau ada keperluan begitu, dia (Pemkot, red) melapor di kita PLN. Ini kok sambung sendiri,” tutur Sandrach di ruang kerjanya.

Lanjut dia, tindak lanjut atas indikasi pencurian listrik tersebut, terlebih dahulu pihaknya memanggil pihak Distamben untuk menyelesaikan kasus ini.

BACA JUGA:

Festival Puma Dinodai Pencurian Listrik

“Kalau misalnya tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan itu masalah, nanti pimpinan kami yang memutuskan bagaimana,” tandasnya.

Ia menegaskan, jika terbukti melakukan pencurian listrik, maka pihaknya akan meminta ganti rugi sesuai dengan daya listrik yang telah digunakan. Hanya saja, untuk nominal pasti denda yang akan diberikan masih perlu dilakukan penghitungan.

“Yang pasti ada (denda). Tergantung nanti ketemu dulu dengan pihak terkait,” pungkasnya.

Sementara Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) tak menyangka jika tindakan penyambungan kabel dari tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) akan berbuntut sebagai tindakan pencurian listrik.

“Kalau pencurian itu kan kecuali tidak lewat KWH meter, tapi itu kan lewat KWH meter. Staf berpikir PJU kita punya, kalau PJU kan milik Pemkot,” tutur Kabid Migas, Kelistrikan dan Energi Baru Distamben, Arlis dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Arlis menceritakan, awal pihaknya memberikan tugas kepada staf bernama Mahmud Mauso untuk menyiapkan kebutuhan listrik stand Distamben di Festival Pulau Makassar (Puma). Pengambilan listrik melalui PJU itu merupakan inovasi Mahmud Mauso sebagai bentuk tanggung jawab penuh atas tugas yang diberikan kantor.

“Dia (Mahmud, red) diberikan tugas disana (Festival Puma, red) untuk menyiapkan. Karena tidak ada kesiapan genset, ya dia berpikir bahwa dengan mengambil disitu bisa lebih cepat, tapi saya tidak disampaikan ambil seperti itu,” imbuhnya.

Menurutnya, listrik tersebut hanya digunakan untuk menghidupkan sound sistem yang notabene tidak membutuhkan daya besar. Kendati begitu, pihaknya tak menampik jika tindakan tersebut telah menyalahi aturan.

“Daya yang digunakan hanya untuk sound sistim, kecil kan biar baterei bisa. Hanya kan kita ini lembaga harusnya saling menghargai. Kita memang posisi salah, karena tidak ada kordinasi ke pihak mereka (PLN, red),” ujarnya.

Ia menegaskan, jika memang PLN membawa persoalan lebih lanjut, maka tanggung jawab itu tidak ditanggung sendiri Mahmud Mauso. Tindakan ini akan menjadi tanggung jawab instansi Distamben. “Ketika melakukan kesalahan, pasti segala konsekuensinya harus kita siap,” tandasnya.(exa)

Buton Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top