Ketua Panwascam Disinyalir jadi Tim Sukses, Panwaslu Didesak Bertindak Tegas – Hacked by TryDee
News

Ketua Panwascam Disinyalir jadi Tim Sukses, Panwaslu Didesak Bertindak Tegas

BUTONPOS.COM, PASARWAJO–Dugaan keterlibatan Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwscam) Pasarwajo, Sanca Alam, sebagai tim sukses Balon bupati dan wakil bupati, H Hamin-Farid Bachmid, menuai protes. Salah satunya muncul dari salah seorang pemerhati Pilkada Buton, Mansur Talangko.

Mansur Talangko mendesak Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Buton untuk mengambil tindakan tegas serta memonitoring pergerakan Sanca Alam karena masih dicurigai belum netral 100 persen dalam proses Pilkada Buton.

“Saya meminta kepada Panwaslu untuk benar-benar serius memonitoring pergerakan dia (Sanca Alam), karena kita masih mencurigai dia belum netral seratus persen. Jangan sampai terjadi hal-hal yang lebih buruk lagi, lebih buruk ini apa? Ketika tidak dimonitor dia bisa bermain di belakang layar. Jadi harus mencegah masyarakat jangan sampai mengambil langkah sendiri,” tegas Mansur Talangko, saat menghubungi media ini, Senin (19/9).

Dalam proses perekrutan Panwascam, menurutnya, ada pernyataan sikap yang ditandatangani bahwa tidak pernah terlibat atau menjadi tim pasangan calon bupati dan wakilnya. Namun kenyataannya, Sanca Alam terang-terangan terpampang dalam foto turut serta mensosialisasikan H Hamin dan Farid Bachmid.

“Meski dia mengaku bukan tim, tapi kita sebagai masyarakat ketika menemukan foto ini sudah bisa berspekulasi. Katakanlah saya, atau saudara saya itu Pak Hariasi, ketika menemukan foto ini patut kalau kita curigai,” ucapnya.

Secara terselubung dari belakang layar, lanjutnya, tidak ada yang bisa tau peran apa yang dimainkan Sanca Alam. Apalagi jika benar sebelum menjadi Ketua Panwascam Pasarwajo, dia sudah pernah menjadi tim atau turut mensosialisasikan salah satu kandidat calon bupati dan wakil bupati Buton.

“Dia punya hati nurani sejak awal itu kan sudah jelas dia bermain untuk siapa, sudah pastilah itu. Cuma kita membuktikan secara hukum yang susah,” tukasnya.

“Jadi buat saya terlepas dari foto itu kapan, komentar saya sederhana saja bahwa memohon kepada Panwaslu supaya serius melakukan monitoring terhadap pergerakan dia. Bila perlu dibuatkan pernyataan supaya kami juga yakin,” tandasnya.

Sementara itu, Divisi Penindakan dan Pelanggaran Panwaslu Kabupaten Buton, Mansur Maora, mengaku laporan secara tertulis disertai beberapa bukti atas indikasi keterlibatan Ketua Panwascam Pasarwajo sebagai tim sukses sudah masuk ke pihaknya, beberapa waktu lalu. Namun hal tersebut belum sempat diproses karena padatnya kegiatan.

BACA JUGA:

Ketua Panwascam Ditengarai jadi Tim Sukses

Meski demikian, sebagai divisi penindakan, Mansur Maora mengaku sudah menyuruh staf untuk menyurati pihak pelapor, saksi-saksi, dan Ketua Panwascam Pasarwajo untuk diklarifikasi sepulangnya dia Kendari, hari ini.

“Kalau nantinya terbukti, memang benar-benar dia terlibat, ya sanksi pasti akan diberikan. Sanksi kode etik itu kewenangan DKPP, tetapi sambil menunggu keputusan DKPP nanti ada yang namanya pemberhentian sementara,” tandasnya.

Sebelumnya Sanca Alam, ketika dikonfirmasi atas hal tersebut, membenarkan jika pernah ikut dalam kegiatan sosialisasi H Hamin dan Farid Bahcmid. Namun keterlibatan dia dalam kegiatan tersebut tidak lebih hanya sebagai protokoler untuk menjalankan profesi.

“Memang betul saya melakukan aktivitas sebagai protokoler, itu adalah bagian dari profesi saya. Dimana setiap ada agenda-agenda protokoler baik di kampung Kelurahan Kombeli, maupun ada acara pesta di luar saya selalu diundang,” katanya.

Sanca Alam mengaku menjadi protokoler dalam sosialisi H Hamin atas ajakan teman yang minta tolong karena protokoler biasanya sedang ada kegiatan di Jakarta. Hal tersebut terjadi di Kombeli, Kecamatan Pasarwajo sekitar April 2016 lalu.

“Jadi tidak lain adalah profesionalitas saya sebagai protokoler yang dimintai salah satu teman untuk membantu, karena protokolernya pada waktu itu lagi berangkat ke Jakarta, Pak Asiri,” akunya lagi.

Dikatakan, sejak mendaftar sebagai Panwascam pada Juni 2016 lalu, seluruh kegiatan protokoler ditinggalkan. “Dalam proses itu saya tidak melakukan aktivitas, baik di Umar-Bakry maupun H Hamin ataupun La Ode Ruslan atau kandidat lain,” ucapnya.

Setelah menjadi Panwascam, dia mengaku berhenti menjalankan kegiatan protokoler. Kemudian lebih memilih fokus menjalankan tugas dalam lembaga independen tersebut.

“Kalaupun bisa dibuktikan setelah saya menjadi Panwascam, saya minta untuk dibuktikan dan dipertanggungjawabkan,” tukasnya.(m6)

Buton Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top