Kakek 56 Tahun Jadi Korban Penganiayaan – Fajar Sultra
News

Kakek 56 Tahun Jadi Korban Penganiayaan

Ketgam : Korban penganiayaan terbaring lemah di Rumah Sakit Bhayangkara, Jumat (23/9).

KENDARI– Seorang buruh bangunan ditemukan tak berdaya di Depan Colombus, sekitar pukul 06.00 Wita. Korban yang diketahui bernama Laode Madi (56) ditemukan tak berdaya oleh seorang petugas kepolisian.

Melihat kondisi korban dalam keadaan luka parah, petugas tersebut langsung melarikan korban ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diberikan perawatan. Diduga pria berumur 56 tahun tersebut dianiaya oleh beberapa pemuda dengan benda tajam.

Kakek itu mengalami luka tusuk di bagian leher. Selain itu, korban juga mengalami patah di bagian paha kiri serta luka lebam di bagian punggungnya.

Tidak terima dengan yang dialami oleh korban, melalui keluarganya Waode Dahlia (52) langsung melaporkan kejadian tersebut di Polresta Kendari.

Saat dikonfirmasi Jumat (23/9), Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP Yunar HP Sirait SH SIK, membenarkan adanya laporan dari keluarga korban.

Bahkan menurut Yunar, saat ini pihaknya sementara melakukan penyelidikan. Pihaknya juga saat ini telah mengantongi identitas para pelaku masing-masing berinisial Ar dan Sr. Diperkirakan keduanya berumur 20 tahun keatas.

“Kami sedang melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku, untuk saat ini tinggal menunggu hasil saja. Kita juga masih memeriksa satu saksi, kemungkinan akan bertambah satu saksi lagi” katanya, Jumat (23/9).

Masih kata Yunar, dari hasil pemeriksaan saksi pelaku Ar berprofesi sebagai buruh bangunan sedangkan Sr sama sekali tidak memiliki pekerjaan. Kedua pelaku diketahui berdomisili di BTN Torada, Kelurahan Bende, Kecamatan Baruga, Kendari.

Sementara berdasarkan keterangan saksi Eti Kasim (30) mengatakan, sebelum kejadian sekitar pukul 21.00 Wita sementara berpesta miras tradisional yakni tujuh botol arak bertempat di lantai 3 Gedung Colombus.

“Saya juga bersama-sama mereka lagi miras. Saya tidak tahu kejadiannya pas ditikam, karena sekitar pukul 22.00 Wita saya pulang tidur, makanya saya tidak tahu. Pas saya bangun pagi-paginya saya lihat ada polisi yang datang eh ternyata Laode Madi teman saya minum sudah berlumuran darah,” kata saksi.

Wanita yang berprofesi sebagai tukang parkir tersebut juga mengatakan bahwa pada saat miras korban dan pelaku bersama-sama melakukan pesta miras.

Waode Dahlia sebagai pihak yang melaporkan kejadian itu pertama kali menduga bahwa kedua pelaku itu selain miras juga pernah mengkonsumsi narkoba berjenis ganja.

“Korban sama pelaku sudah banyak kali minum bersama. Pernah korban cerita sama saya bahwa pelaku sempat menawarkan narkoba pada korban,” ucap Dahlia berdasarkan keterangan korban.

Untuk saat ini korban masih dalam perawatan dari tim medis Rumah sakit Bhayangkara. Atas luka-luka yang dialaminya korban saat ini belum bisa berkomentar banyak terkait dengan yang dialaminya. (p11-p9/b/alp)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top