Calon Terindikasi Narkoba Langsung Diganti – Fajar Sultra
News

Calon Terindikasi Narkoba Langsung Diganti

KENDARI, RSONLINE – Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan jika ada calon yang terbukti mengunakan narkoba akan langsung diganti. Penegasan itu disampaikan Ketua KPU Sultra Hidayatullah saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

“Kalau terbukti, langsung kita lakukan pergantian,” ujarnya.

Dayat menjelaskan, jika ada calon yang terbukti positif menggunakan narkoba, maka KPU akan langsung berkomunikasi kepada partai politik pengusung, untuk mengganti calon yang positif memakai narkoba.

“Kalau yang terbukti memakai adalah calon bupati/walikota, maka itu yang diganti posisi wakil tetap. Intinya siapa yang bermasalah itu yang diganti,” tuturnya.

Memang tidak ada aturan yang mengikat tentang ini, akan tetapi jika salah satu bakal pasangan calon misalnya tiba-tiba meninggal dunia, maka tidak mungkin partai pengusungnya dirugikan.

Jadi salah satu jalan terbaiknya adalah, jika ada yang terindikasi maka parpol pengusung disilahkan untuk melakukan pengantian.

Lanjut, pria yang baru saja merayakan ulang tahunnya kemarin menyampaikan, setelah calon yang terindikasi diganti, maka KPU akan melakukan lagi verifikasi berkas termasuk semua kelengkapan dokumen calon pengganti, lalu melakukan pemeriksaan syarat pencalonan seperti yang pernah dilalui calon lain.

Sementara itu, dari Jakarta, juru bicara Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Besar Slamet Pribadi mengungkapkan, beberapa kabupaten/provinsi yang calon kepala daerahnya harus melakukan tes narkotika lebih dari satu kali, lantaran KPU kurang yakin dengan tes yang dilakukan BNN Provinsi.

“Bahkan kalau seperti itu, sample urin dan rambut calon kepala daerah langsung dibawa ke BNN Jakarta,” kata Slamet, “Mungkin biar lebih afdol akibat adanya kesalahan pengambilan sample. Bukan berarti kami curiga,” lanjutnya dikutip dari Net.

Namun ada juga daerah yang diminta BNN mengirimkan sample urine dan rambut karena dianggap tidak memenuhi standar kelayakan. “Yang diminta itu ada di provinsi Sulawesi Tenggara,” tambahnya.

Slamet mengatakan tes narkotika kepada pasangan calon kepala daerah menjadi penting dan masuk dalam rangkaian syarat kelayakan pencalonan.

Musababnya, dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, disebut tes narkotika menjadi salah satu syarat utama yang harus dilalui pasangan calon kepala daerah.

“Untuk memberikan pesan kepada masyarakat, bahwa calon kepala daerah yang akan dipilihnya nanti bebas dari riwayat penggunaan narkoba,” kata Slamet. Jika dalam pemeriksaan tersebut ada riwayat penggunaan narkotika, maka calon kepala daerah itu dibatalkan pencalonannya.

Sebanyak 101 kabupaten kota/provinsi akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah serentak pada Februari 2017. Berbagai tahapan pemilihan kepala daerah di setiap provinsi sudah dilakukan. (int-p4/b/ags)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top