Bawa Uang Rp 2 Miliar, Tiga Jamaah Gresik Tertahan di Madinah – Fajar Sultra
News

Bawa Uang Rp 2 Miliar, Tiga Jamaah Gresik Tertahan di Madinah

ULANG: Jamaah haji Embarkasi Surabaya memasuki ruang tunggu Bandara Pengeran Muhammad bin Abdulaziz, Madinah dan bersiap terbang ke Surabaya.

ULANG: Jamaah haji Embarkasi Surabaya memasuki ruang tunggu Bandara Pengeran Muhammad bin Abdulaziz, Madinah dan bersiap terbang ke Surabaya.

RSONLINE – Tiga jamaah haji dari Gresik, Jawa Timur, gagal pulang bersama kelompok terbangnya melalui Bandara Pangeran Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, Senin siang (3/10). Mereka ditahan polisi bandara lantaran membawa mata uang dolar AS (USD) dan euro dalam jumlah banyak. Hasil penghitungan sementara, nilainya Rp 2 miliar.

Dua di antara tiga jamaah itu adalah Ansharul Adhim Abdullah, 47, warga Tebaloan, Duduksampeyan, Gresik beserta sang istri, Sri Wahyuni Rahayu, 36. Seorang lagi adalah Rochmat Kanapi Podo, 58, warga Dusun Betiring, Cerme, Gresik.

Kepala Daerah Kerja Airport PPIH Arab Saudi Nurul Badruttamam mengatakan, tiga jamaah itu tergabung dalam kloter 39 embarkasi Surabaya. Mereka tiba di bandara pukul 10.00. Setelah satu satu jam beristirahat di ruang tunggu, satu per satu jamaah menjalani pemeriksaan mesin pemindai X-ray.

Rochmat, yang baru melewati gate pemeriksaan, langsung dihentikan oleh petugas. Sebab, di dalam tas jinjing yang dia bawa, terdeteksi uang dalam jumlah banyak.”Dalam pemeriksaan, Pak Rochmat mengaku bahwa uang itu milik Ansharul Adhim Abdullah. Dia hanya dititipi,” terang Nurul.

Sementara itu, Sri Wahyuni kedapatan menyembunyikan uang di pakaian dalam. ”Awalnya, Ibu Sri Wahyuni tidak mengaku. Tapi, akhirnya ketahuan membawa uang dalam jumlah banyak,” kata Nurul. Sri Wahyuni mengaku bahwa uang itu milik suaminya, Ansharul.

Selama menjalani pemeriksaan, tiga jamaah itu hanya boleh didampingi oleh satu orang. Yakni, Ahmad Mukarom. Dia adalah tenaga musiman yang direkrut sebagai petugas PPIH dan menguasai bahasa Arab.

Ketua Kloter 39 Embarkasi Surabaya Naryanto kaget saat mendengar tiga jamaahnya ditahan. Dia sama sekali tidak tahu bahwa di antara jamaah yang dipimpinnya, ada yang membawa mata uang asing dalam jumlah banyak. ”Saya menerima kabar dari ketua rombongan tiga jamaah itu. Ketua rombongan juga tidak tahu bahwa mereka bawa uang banyak,” katanya.

”Sejak manasik di tanah air, kami sebenarnya sudah menyampaikan agar jamaah tidak membawa uang dalam jumlah banyak. Juga, jangan mau dititipi barang,” ujar pria yang juga ketua KUA Kecamatan Ujung Pangkah, Gresik, tersebut.

Naryanto berharap masalah tersebut bisa segera diselesaikan oleh petugas di Arab Saudi. ”Kasihan juga, keluarganya pasti sudah menunggu di tanah air. Mudah-mudahan bisa segera dipulangkan,” katanya. (*/c11/ca)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top