Kasus UMB Tahap Satu – FAJAR Sultra
News

Kasus UMB Tahap Satu

13-GAMBAR-TAJUK-REKTOR-UMB

BUTONPOS.COM, BAUBAU–Setelah sekian lama diusut penyidik Polres Baubau, akhirnya kasus dugaan penggelapan dana kampus Universitas Muhammadiyah Buton (UMB) menunjukkan hasil. Penyidik telah menyerahkan berkas kasus yang menyeret Rektor UMB Suriadi sebagai tersangka ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau.

Ketika dikonfirmasi, Kajari Baubau, Rasul Hamid melalui Kasi Pidum, Awaluddin Muhammad membenarkan tahap satu kasus dugaan penggelapan dalam jabatan dengan modus umroh. Secara resmi, kejaksaan menerima tahap satu berkas perkara ini sejak, Jumat (30/9).

Awaluddin mengatakan, pasca menerima berkas tersebut, empat jaksa peneliti yang telah disiapkan Kejari Baubau sebelumnya akan mulai melakukan tugasnya. Selama sepekan, jaksa peneliti akan memeriksa dua syarat penting dalam berkas perkara tersebut.

Kata Awaluddin, ada dua kemungkinan sikap yang akan diambil setelah memeriksa perkara tersebut, yaitu menyatakan lengkap atau P21, atau mengembalikan berkas untuk dilengkapi penyidik.

“Berkas perkara UMB inisial S telah diterima di Kejaksaan hari Jumat tanggal 30 September. Dalam waktu satu minggu, jaksa peneliti akan mengecek syarat formil materilnya berkas perkara tersebut. Jadi dalam tujuh hari ke depan, kita akan menentukan sikap apakah memenuhi syarat atau tidak untuk ditingkatkan ke tahap penuntutan,” ujar Awaluddin di ruang kerjanya, Senin (3/10).

BACA JUGA:

Suriadi Tak Ditahan, Kampus UMB Terancam Diboikot

Ia menguraikan, jika berkas perkara telah dinyatakan lengkap yang ditandai dengan surat P21 yang dikirim ke penyidik Polres, maka pihaknya tinggal menantikan penyerahan tersangka dan barang bukti. Paling lambat sebulan pascadikirimkan P21, tersangka dan barang bukti sudah diserahkan ke pihaknya.

“Segera satu bulan setelah dinyatakan lengkap harus dilanjutkan dengan tahap dua. Kalau belum tahap dua, ada P21 susulan, namanya P21A untuk mempertegas kembali agar tersangka dan barang bukti secepatnya dilimpahkan ke kita,” tukasnya.

Ia mengakui, tersangka Suriadi dijerat dengan dua pasal yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yakni 372 (penggelapan) dan 374 (penggelapan dalam pekerjaan).

Sekedar diketahui, kasus dugaan penggelapan dana di UMB tersebut dilaporkan oleh La Ode Mahufi Madra di Polres Baubau sejak awal Maret 2016. Dalam laporannya Mahufi menduga ada penggelapan dana kampus yang dilakukan sejumlah pejabat UMB.

Kuat dugaan rektor dan antek-anteknya dengan kekuatan jabatan menggunakan dana kampus saat melakukan ibadah umroh. Dugaan penggelapan itu muncul setelah pihak Mahufi mengkroscek langsung ke Bank Muamalat, bank dimana uang kampus UMB disimpan.

Uang tersebut merupakan bonus yang diberikan pihak Bank Muamalat kepada pihak UMB karena memiliki banyak tabungan. Bonusnya pun berjumlah Rp 200 juta. Pihak bank memberikan sejumlah pilihan, namun Rektor UMB memilih untuk naik umroh bersama sejumlah pejabatnya.(exa)

BACA JUGA:

Lagi, Jaksa Belum Terima Berkas Kasus UMB

Buton Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top