Polisi Tingkatkan Status Kasus PT Wika Bitumen – FAJAR Sultra
News

Polisi Tingkatkan Status Kasus PT Wika Bitumen

KENDARI, RSONLINE – Penyidik Polda Sultra meningkatkan status kasus dugaan penambangan illegal PT Wika Bitumen dari penyelidikan ke penyidikan. Peningkatan status itu dilakukan penyidik setelah ditemukan perbuatan melawan hokum dalam kasus itu.

Diketahui, dalam kasus itu penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan saksi ahli untuk melakukan klarifikasi. Bahkan, penyidik Subdit Tipiter Direskrimsus Polda Sultra juga sudah melakukan gelar perkara dalam kasus itu.

PT Wika Bitumen dalam melakukan eksplorasi tambang aspal di Kabupaten Buton diduga tidak sesuai izin usaha pertambangan (IUP) yang sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 04 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Saat dikonfirmasi Kasubdit IV Tipiter Direskrimsus Polda Sultra AKBP Hartono membenarkan perusahaan PT Wika Bitumen dalam melakukan eksplorasi melewati batas yang tidak sesuai dengan izin dari pemerintah atau negara.

“Jadi PT Wika ini melakukan tindak pidana dimana dalam mengolah melewati batas tidak sesuai dengan Izin usaha penambangan (IUP) sebelumnya,” kata Hartono, Rabu (5/10).

Menurut Hartono, temuan adanya tindak pidana pada kasus itu berdasarkan barang bukti yang dikantongi penyidik. Selain itu penyidik juga mengantongi peta lokasi penambangan PT Wika. Sehingga penyidik menemukan proses eksplorasi melewati batas.

“Jadi laporan masayarakat itu benar adanya, setelah kita mintai keterangan saksi ahli maka kasus ini kita tingkatkan ke penyidikan,” tuturnya.

Hartono menegaskan, penyidik dalam waktu dekat akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk mengungkap pihak yang paling bertanggungjawab atas aktifitas penambangan tidak sesui IUP yang dilakukan PT Wika Bitumen.

“Kita akan kembali periksa saksi-saksi termasuk pimpinannya PT Wika Bitumen Fahmi. Tapi sebelumnya terlebih dahulu akan ke lokasi tambang untuk melakukan penyidikan,” tambahnya.

Bukan hanya itu, penyidik juga terus melakukan penelusuran keberadaan pihak-pihak yang dianggap terlibat secara langsung saat PT Wika melakukan aktifitas penambangan aspal yang tidak sesuai IUP. Utamanya mereka yang bertugas pada bagian produksi, operator alat berat, dan pemilik alat berat.

Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut sejak lama beraktifitas melakukan penambangan aspal di Kabupaten Buton. Tepatnya sejak tahun 1961.

PT Wika Bitumen harus berurusan dengan polisi setelah sejumlah masyarakat melaporkan perusahaan sspal di Kabupaten Buton itu ke Polda Sultra. Berdasarkan laporan, perusahaan tersebut diduga dalam melakukan penambangan melebihi kapasitas, tidak sesuai dengan surat izin usaha atau IUP yang dikeluarkan pemerintah.

Diketahui, izin yang dikantongi PT Wika hanya dibolehkan melakukan penambangan sampai Desa Winning. Namun, perusahaan plat merah itu melakukan penambangan sampai Desa Mantono Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton. (p2/b/din)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top