Jembatan Ambrol, 260 Rumah di Kolaka Terendam – Fajar Sultra
News

Jembatan Ambrol, 260 Rumah di Kolaka Terendam

KENDARIPOS.CO.ID KOLAKA- Hujan yang mengguyur Kabupaten Kolaka, Sabtu (8/10) mengakibatkan debit air meningkat drastis di Sungai Huko-huko, Kecamatan Pomalaa. Air sungai meluap menyebabkan 260 unit rumah terendam. Bahkan jembatan yang menghubungkan Kecamatan Baula-Pomalaa ambrol diterjang arus.

Air sungai meluap sekira pukul 17.30 Wita. Daerah yang terdampak atas luapan air sungai tersebut dirasakan masyarakat Desa Huko-huko. Ketinggian air mencapai 1 meter lebih. Banyak perabot rumah tangga yang rusak karena tak sempat lagi dievakuasi. Banjir datang cukup cepat hingga membuat warga berusaha menyelamatkan nyawa saja. Tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Sementara di Kecamatan Baula, tidak ada rumah yang terendam air bah. Luapan air hanya mengarah ke Desa Huko-huko saja. Hanya jembatan di Baula yang ambrol akibat meluapnya air di Sungai Huko-huko hingga menyebabkan akses jalan terputus. Tiga sepeda motor terbawa arus saat berusaha menerobos banjir. Padahal, pengendara itu sudah diperingati oleh warga agar tidak melintas, tapi diabaikan. Kemacetan panjang juga tak terhindarkan. Kendaraan yang hendak menuju Pomalaa-Watubangga harus memutar menggunakan jalur By Pass di Kecamatan Kolaka menuju Desa Pesouha.

p_20161009_091428

Arus air dari luapan sungai cukup deras dirasakan masyarakat Desa Huko-huko. Sebagian masyarakat berusaha menunggu tim evakuasi dari BPBD, Tagana, dan SAR. Tim tersebut tiba di TKP sekira pukul 19.00 Wita. Keterlambatan tim evakuasi disebabkan kemacetan dan sulitnya menembus akses jalan. Warga sempat kesal karena tim evakuasi tiba saat air mulai surut.

Warga Desa Huko-huko, Yamin bercerita, banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kolaka sekitar lima jam. Akibat hujan tersebut, Sungai Huko-huko meluap dan seketika banjir menerjang pemukiman warga. Warga hanya sempat menyelamatkan diri dan keluarga tanpa sempat menyelamatkan harta benda mereka ke tempat yang lebih aman. “Banjirnya begitu cepat dan deras. Sebelumnya hujan dari Pukul 12.30 hingga pukul 17.30.

Setelah itu, air tiba-tiba masuk di rumah kami. Jadi kami hanya sempat menyelamatkan diri dan keluarga saja. Perabot rumah tangga rusak karena terkena air dan lumpur. Ini merupakan banjir yang terparah,” ungkap Yamin.
Banjir tersebut, kata dia, baru terjadi semenjak tiga puluh tahun silam. Mereka menilai, meluapnya air sungai karena hutan di daerah itu sudah gundul. Terjadi penebangan liar. “Di Desa Huko-huko tidak pernah banjir. Terakhir banjir itu sekitar tahun 1980 an, tapi tidak parah seperti sekarang. Ini gara-gara penebangan pohon secara ilegal,” katanya.

Pantauan Kendari Pos, Minggu (9/10), warga Desa Huko-huko mulai membersihkan rumah dan perabot mereka dari lumpur. TNI dan aparat kepolisian turut membantu membersihkan rumah warga. Tiga unit mobil pemadam dari Pemda Kolaka dan PT Antam dikerahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga. Logistik dan kebutuhan warga lainnya telah disalurkan oleh Pemda Kolaka dan PT Antam sejak Sabtu malam lalu.
Pada saat kejadian, warga mengungsi ke Masjid Babussalam dan di rumah kerabat masing-masing. Bahkan ada juga yang mengungsi ke desa lain. (fad/b)

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top