Susenas, BPS Butur Masih Lakukan Pengolahan Data – FAJAR Sultra
News

Susenas, BPS Butur Masih Lakukan Pengolahan Data

BURANGA, BKK- Setelah sukses melakukan program Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) semester I tahun 2015 lalu, kini Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buton Utara ( Butur ) kembali melakukan pendataan semester II terkait pendapatan setiap responden yang ada di daerah tersebut.

Di Butur sendiri pendataan dilakukan dengan sampel yang digunakan yaitu 40 Blok sensus dengan masing-masing 10 rumah tangga, sehingga total terdapat 400 rumah tangga sampel.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Butur, Burhanudin melalui kordinator seksi integrasi pengelolaan data statistik Laode Ahmad Arafat, ketika ditemui di kantornya akhir pekan kemarin mejelaskan, setelah melalui uji coba dan pengembangan, pelaksanaan Susenas kembali dilakukan secara semesteran dengan menggunakan dua buah kuesioner yaitu kuesioner kor/modul dan kuesioner konsumsi dan pengeluaran.

Adapun kuesioner modul dilakukan bergantian modul sosial budaya pendidikan dan modul kesehatan dan perumahan.

“Updating rumah tangga dilakukan dengan mendatangi rumah-rumah penduduk pada Blok Sensus terpilih, dengan menanyakan pertanyaan jumlah anggota rumah tangga dan tingkat pendidikan terakhir kepala rumah tangga sebagai strata untuk penarikan sampel,”kata dia.

Setelah diperoleh sampel rumah tangga, jelasnya dilakukan pencacahan lengkap menggunakan kuesioner modul kesehatan dan perumahan serta kuesioner konsumsi dan pengeluaran. Rata-rata pencacahan dilakukan 1,5 sampai 2 jam di masing-masing rumah tangga.

“Petugas harus pandai-pandai mengelola waktu dan menjaga mood responden mengingat item yang ditanyakan cukup banyak dan menyita waktu responden.Apabila responden tidak bisa ditemui/dokumen belum seluruhnya selesai diisi,maka petugas harus membuat janji dengan responden kapan bisa dilakukan kunjungan ulang untuk melengkapi kuesioner,” jelas Arafat.

Saat ini, ungkap dia seluruh dokumen hasil pencacahan bulan Maret atau semester II sudah diserahkan ke pihak BPS Butur untuk dilakukan pengolahan, meliputi editing coding, entri dokumen dilanjutkan validasi isian.

“Saat sementara dilakukan pengolahan data. Jika semua dokumen yang dientri sudah clean, maka dilakukan pengecekan kewajaran isian, setelah itu back up data dikirim ke BPS Provinsi Sulawesi Tenggara untuk digabungkan dengan data kabupaten/kota lain dan dikirim ke BPS RI,” ungkapnya.

Indikator yang bisa dihasilkan dari Susenas sangat beragam, tambah Arafat seperti angka partisipasi Sekolah, angka melek huruf, angka kesakitan, rata-rata jumlah anak lahir hidup, rata-rata jumlah anak yang masih hidup, rata-rata lama sekolah, partisipasi penggunaan KB, indikator perumahan meliputi persentase rumah dengan jenis atap, lantai atau dinding tertentu, rata-rata luas hunian, persentase rumah dengan penerangan listrik PLN serta indicator sosial lainnya.

Sementara itu, dari Kuesioner Konsumsi dan Pengeluaran,bisa didapatkan indikator rata-rata pengeluaran penduduk perkapita menurut kelompok makanan dan bukan makanan, garis kemiskinan serta persentase atau jumlah penduduk miskin,rata-rata konsumsi penduduk menurut jenis komoditi atau kelompok komoditi, gini ratio serta rata-rata konsumsi kalori dan protein.

“Hasilnya nanti akan dipunlikasikan secara terbuka, hingga bisa menjadi ajuan suatu daerah dalam membuat program,” pungkasnya.(k5/lex)

Berita Kota Kendari

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top