Harga Bahan Pokok Pangan Kota Kendari Stabil – FAJAR Sultra
News

Harga Bahan Pokok Pangan Kota Kendari Stabil

5-Kabid-Perdagangan-Dalam-Negeri-Dinas-Perindag-Sultra-150x150

Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindag Prov.Sultra Muh. Ali

Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindag Prov.Sultra Muh. Ali

KENDARI, RSONLINE – Kementerian Perdagangan membuat program Sistem Informasi Perdagangan. Sistem Informasi Perdagangan ini, berisi informasi rata-rata harga kebutuhan pokok di 34 ibukota propinsi.

Dengan adanya sistem tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan, sehingga dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Dinas Perindag Sultra sendiri sudah masuk dalam sistem setiap harinya, dan terus merilis hasil survei data harga bahan pokok pangan lima pasar di Kota Kendari, dengan berbagai bahan pokok dan jenisnya seperti komoditi beras, gula pasir, minyak goreng, daging, telur, susu, mentega blueband, garam, tepug terigu, mie instan, kacang-kacangan, cabai merah, bawang merah , bawang putih, sayur mayur, ikan asin, ketela pohon, kelapa biji dan buah-buahan.

Kepala Dinas Perindag Prov Sultra Muh. Ali mengatakan, harga sampai saat ini memasuki triwulan ke 4 harga bahan pokok masih stabil. Dan bahkan ada beberapa komoditi yang mengalami penurunan harga, akibat dari lambatnya pasokan bahan pokok.

“Kami setiap hari melakukan pemantauan harga, dan setiap hari-pun kami kirim datanya ke Kementrian Perdagangan, melalui SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar kebutuhan Pokok), setiap harinya diseluruh Indonesia memasukkan data harga, selanjutnya data akan diolah Kemendag, dan hari itu juga bisa dilihat datanya,” ungkap Muh. Ali, Senin (10/10).

“Data -data yang diapload perhari ke Jakarta, kami ambil perhari pada lima titik pasar Di Kota Kendari seperti pasar Mandonga, pasar Kota, pasar Baruga, pasar Panjang dan pasar Andonohu, sebagai pasar pantauan, semisal bahan pangan beras Ciliwung di 5 pasar Kota kendari stabil rata-rata Rp 9,000/kg dan gula pasir rata-rata Rp 15,000/kg. selanjutnya harga-harga akan kami akumulasikan dan muncullah data yang siap dikirim ke Jakarta”. tambahnya

“Ada kewajaran bila harga berbeda-beda, biasanya ada variasi harga disetiap pasar tidak sama, katakanlah pasar baruga sentra masuknya sayuran dari Konsel, dari situ diantarkan lagi ke pasar andonohu, pastinya ada biaya distribusi, disitulah biasa penjual menaikkan harga, tapi harga yang dinaikkan tidak terlalu tinggi.” (p11/c/put)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top