Siswa SKO Datangi Diknas Provinsi Sultra – Fajar Sultra
News

Siswa SKO Datangi Diknas Provinsi Sultra

Demonstrasi yang dilakukan siswa SMAN keberbakatan Olahraga di Dikbud Provinsi Sultra, Senin (17/10).

Demonstrasi yang dilakukan siswa SMAN keberbakatan Olahraga di Dikbud Provinsi Sultra, Senin (17/10).

♦ Kadis Janjikan Pencairan Uang Saku

KENDARI, RSONLINE – Puluhan siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Keberbakatan Olahraga Provinsi Sultra, mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sultra, Senin (17/10). Kedatangan mereka, menindaklanjuti tuntutan hak yang menurut siswa diduga “disunat” pihak sekolah. Sebab, sekolah yang berada dibawah kendali Dikbud Provinsi Sultra ini, dinilai melakukan banyak memotong hak pelajar.

Permasalahan ini, menurut siswa mulai muncul sejak sekolah ini didirikan tahun 2014 lalu. Sebab, siswa yang datang, rata-rata mengeluhkan fasilitas, perlengkapan dan kebutuhan sehari-hari yang jauh dibawah standar. Sejak awal, kebutuhan ini nampaknya belum dimaksimalkan pihak sekolah.

Kepala Dikbud Provinsi Sultra, Damsid, langsung datang menemui siswa. Pejabat yang sudah bertahun-tahun menduduki posisi kepala dinas ini, sempat kelabakan ketika diberondong pertanyaan oleh siswa. Pertanyaan siswa seputar peralatan sekolah yang tidak memenuhi standar, uang saku yang sempat dijanjikan akan diberikan, peralatan latihan dan transportasi sekolah, hingga saat ini tidak kunjung terealisasi.

Siswa yang datang tanpa kontrol guru ini, rata-rata mengeluhkan sepatu latihan yang tidak sesuai standar, alat latihan yang cepat rusak, uang saku dan materi pelajaran yang dinilai tidak berkembang. Harusnya, menurut siswa, sepatu dan alat-alat latihan menjadi perhatian.

“Sepatu yang kami pakai di lapangan, dua kali dipakai lari langsung robek. Selain itu panas, tidak nyaman,” kata siswa yang akrab disapa Erwin, oleh rekannya, dikonfirmasi di Kantor Dikbud Sultra.

Selain itu, siswa lainnya, Julianto Agus, menyatakan rekan-rekannnya mengeluhkan peralatan latihan yang juga tidak sesuai standar. Misalnya, matras, sasaran tendangan, perahu dayung, sepatu latihan dan alat-alat lainnya.

“Semua mengeluh. Malah, teman-teman saya tanya, kenapa tidak pernah ikut event nasional. Padahal, seharusnya diikutkan event agar perkembangan latihan bisa terus dievaluasi,” kata Julianto Agus.

Pernyatan Julianto Agus ini, diamini rekan-rekannya. Malah, sejumlah siswa mulai membandingkan dengan Pemusatan Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sultra. Sebab, organisasi yang bernaung dibawah Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sultra kerap mengikuti event olahraga nasional.

Siswa dari cabor dayung, Teguh, menyatakan sejauh ini, dia dan rekannya belum melakukan latihan dayung di air dengan maksimal. Latihan pernah digelar, namun hanya diawal sekolah mulai beroperasi. Setelah itu, siswa hanya diajarkan simulasi mendayung di kelas.

“Kita belum tahu mendayung, sekarang kita hanya diajarkan guru mendayung sambil menghayal seolah-olah kita diatas perahu. Padahal, kita butuh praktek langsung,” timpal Teguh.

Melalui penelusuran, sekolah ternyata belum mengadakan perahu dayung buat siswa. Perahu yang pernah dipakai latihan siswa, merupakan pinjaman dari pihak Pengurus PPLP cabor dayung Provinsi Sultra.

Menanggapi keluhan siswa, Kadis Dikbud Sultra, Damsid, menyatakan akan segera mencairkan uang saku siswa. Uang saku ini, sebesar Rp3 juta setahun. Ditegaskannya, uang saku para siswa pasti cair pada akhir Oktober.

“Kita akan berikan mereka semua. Sama seperti jumlah beasiswa siswa berprestasi, Sekitar Rp3 juta perbulan,” kata Damsid.

Terkait sepatu yang tidak memenuhi standar, diakui Damsid, saat dianggarkan tidak memenuhi spek. Namun, pihaknya akan meninjau kembali peralatan siswa yang dikeluhkan.

“Terkait mobil operasional sekolah, kita akan pakai dulu mobil operasional di Dinas Pendidikan. Sebenarnya sudah diumumkan untuk dilelang, tapi belum diadakan karena uang untuk pengadaan mobil ini tidak cukup,” tambah Damsid.

Damsid tidak merinci sumber anggaran yang dipakai untuk mobil operasional yang berasal dari Dinas Pendidikan. Didepan siswa, Damsid sempat menyatakan mobil yang dipakai untuk operasional sekolah ini, adalah mobil Toyota Inova.

Diketahui, SMAN Keberbakatan Olahraga Provinsi Sultra, memiliki empat cabang olahraga. Keempatnya, yakni atletik, silat, dayung dan sepaktakraw. Keempat cabor ini, dipilih karena dianggap berprestasi di Sultra.(r5/b/hum)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top