Tiga Kali Dipanggil, Tiga Kali Dikejar – Fajar Sultra
News

Tiga Kali Dipanggil, Tiga Kali Dikejar

♦ Sebelum Ditangkap, Dilacak Melalui Ponsel

KENDARI, RSONLINE – Pelarian tersangka kasus dugaan korupsi Pembangunan Pasar Sampara Kabupaten Konawe Andi Farid Salantang akhirnya terhenti ditangan Kejaksaan Negeri Konawe dan tim Adyaksa Monitoring Center (AMC) Kejaksaan Agung.

Tersangka ditangkap di kediamannya di Perumahan Bukit Baruga Kecamatan Antang Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) setelah tim cabungan melakukan pengepungan pada Rabu (19/10).

Pemilik PT Karya Pembangunan Reski ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus proyek pembangunan Pasar Sampara. Sebelum menangkap Andi Farid Salantang, Kejari Konawe telah menetapkan dan menahan dua tersangka lainnya, yaitu Kadis Disperindag Konawe Muhammad Yasin selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Muhammad Safruddin.

Tersangka kasus korupsi pembangunan Pasar Sampara Kabupaten Konawe dalam pengawalan ketat dari jaksa Kejari Konawe saat turun dari pesawat di Bandara Haluoleo Kendari menuju Kejari Koawe, Rabu (19/10).

Saat dikonfirmasi di Bandara Haluoleo Kendari, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Konawe, Sharir SH menjelaskan, sebenarnya status Andi farid Salantang sebagai saksi. Namun, karena yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan jaksa sebanyak 3 kali, sehingga yang bersangkutan dianggap tidak patuh hukum. Setelah mendapat izin dari Kejati Sultra, akhirnya dia ditetapkan sebagai tersangka.

“Tiga kali dipanggil, tiga kali pula kami melakukan pencarian dan pengejaran,” kata Sharir.

Pemanggilan terhadap Andi Farid sudah dilakukan sejak 21 Juli 2016. Namun pada panggilan pertama itu dia tidak hadir.

Kemudian disusul panggilan kedua pada bulan Agustus 2016. Dan panggilan ketiga pada September 2016 yang bersangkutan juga tidak hadir.

“Kami lakukan pengejaran dan pelacakan dari Makassar sampai Jakarta selama tiga hari, namun tidak membuahkan hasil,” Sharir.

Pengejaran terhadap tersangka ketiga itu membuahkan hasil saat Kejari Konawe bekerjasama dengan tim Kejaksaan Agung melakukan pencarian. Tepatnya pada bulan Oktober 2016, minggu kedua berhasil diketahui keberadaannya setelah dilacak melalui nomor telepon.

“Dua minggu lalu kami lakukan pengejaran namun hasilnya tidak ada. Minggu ini bulan Okteber ini masuk nomor baru lagi atas nama tersangka, tapi menggunakan nomor milik keluarganya. Dan dari situ ia berhasil di deteksi keberadaannya, dan akhirnya ditangkap di kediamannya di Makassar,” jelasnya.

Kata Sharir, saat penangkapan tersangka sempat berupaya melarikan diri. Namun karena kesigapan dari tim yang bersangkutan berhasil diamankan. “Tim mengepung di rumah tersangka dan dalam rumah itu ada istrinya, dua anaknya dan tersangka sendiri,” terangnya.

Saat ditangkap, pada hari itu juga Andi Farid langsung diterbangkan ke Sultra, Rabu (19/10) sekira pukul 21.00 Wita. Dia dikawal ketat tim Jaksa dari Kejari Konawe.

Sharir secara sepintas menceritakan bahwa kasus korupsi pembangunan Pasar Sampara menelan anggaran Rp 9 miliar. Dalam kasus ini, anggaran sudah dicairkan seratus persen namun pembangunan fisik tidak tuntas.

Dalam kasus ini, jaksa sudah memeriksa 20 saksi. Pemeriksaan dimulai pada Juli 2016 lalu.

Setelah dilakukan pengembangan dan proses penyidikan, mengemuka satu tersangka baru yaitu Andi Farid selaku kontraktor Pembangunan Pasar Sampara pada tahun anggaran 2015. Ia juga menuturkan bahwa proyek pembangunan Pasar Sampara bersumber dari APBN 2015.

“Anggarannya sudah habis kontruksisnya tidak sesuai, waktu pembangunannya sudah selesai juga karena sudah memasuki anggaran baru lagi. Dimana proyek ini dilaksanakan pengerjaannya sejak September 2015,” jelasnya.

dalam kasus ini BPK menemukan jumlah kerugian negara sebanyak 4 miliar lebih dari total anggara 9 Miliar. Kerugian negara tersebut diduga mengalir kesejumlah orang, Utamaya tiga tersangka yang sudah berhasil ditahan oleh penyidik Kejari Konawe.

Sharir menambahkan untuk kasus itu sudah menjadi atnsi khusu Kajari Konawe. Bahkan ia berkeyakinan bahwa dalam kasus itu diduga masih memungkinkan adanya ketrlibatan tersangka baru. Untuk membuktikan itu kasipidusu kejari Konawe itu akan memeriksa kembali tiga tersangka yang telah ditahan.

“Pengembangan penyelidikan untuk tersangka baru tetap kami lanjutkan. Kita minta agar tersangka itu terbuka saat diperiksa, tidak menutup-nutupi adanya calon lainnya. kalau ada buka saja kami akan galih informasi itu,” tegasnya. (p2/b/din)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top