Nomor Urut Calon Langsung Jadi Bahan Kampanye – FAJAR Sultra
News

Nomor Urut Calon Langsung Jadi Bahan Kampanye

00-Jufrianto-Pengundian-Nomor-Urut-Pasangan-Calon-Walikota-Kendari-5-1024x680

KENDARI, RSONLINE – 17 pasangan calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah di tujuh daerah kini telah memiliki nomor urut.

Nomor ‘keberuntungan’ tersebut akan menjadi bahan kampanye pasangan calon dihadapan publik.

Penetapan nomor urut pasangan calon dilakukan setelah seluruh calon terlebih dahulu mengikuti proses pengundian nomor yang telah disiapkan KPUD. Dimana hasilnya diterima langsung oleh seluruh pasangan calon.

Pengundian dan pengumuman nomor urut pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari, di Grand Clarion Hotel, Selasa (25/10). (Jufrianto/RakyatSultra)

“Penetapannya, kita pakai sistem pengundian, agar lebih adil. KPU juga akan mengkampanyekan nomor urut calon disetiap alat peraga kampanye dan bahan kampanye,” ujar komisioner KPU Sultra Iwan Rompo Bane kepada koran ini kemarin.

Pihaknya sendiri berdasarkan ketentuan perundang-undangan, KPUD memfasilitasi pelaksanaan kampanye pasangan calon.

Dengan selesainya penetapan nomor urut, maka pasangan calon kini bersiap untuk mengikuti tahapan selanjutnya yakni tahapan kampanye pasangan calon.

Sementara itu, di Kota Kendari tiga pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Kendari resmi mengantongi nomor urut.

Dari hasil pengundian nomor urut yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari, pasangan Rasak-Haris Andi Surahman mendapatkan nomor urut satu, kemudian pasangan Adrtiatma Dwi Putra (ADP)-Sulkarnain mendapatkan nomor urut dua, dan pasangan Muhammad Zayat Kaimoeddin-Suri Syahriah Mahmud mendapatkan nomor urut ketiga.

Bagi seluruh pasangan calon, nomor keberuntungan yang didapatkannya memiliki arti tersendiri, seperti pasangan Rasak-Haris Andi Surahman, angka nomor satu selalu menjadi incaran dan penanda juara.

Rasak mencontohkan beberapa waktu lalu anaknya mendapatkan juara tiga, pada saat dia tahu tentu sedikit mengalami kekecewaan, sebab peringkat yang diidamkan selalu peringkat satu.

Namun kata Rasak, tanda-tanda kemenangannya sudah terlihat. Mulai dari tahapan sudah ada isyarat kalau pihaknya akan menjadi pemenangnya. Kata dia, pada saat tes kesehatan yang pertama selesai adalah dia dan pasangannya, setelah itu psikotes juga pihaknya yang pertama selesai, begitupun juga pada saat tes BNN dirinya juga keluar sebagai peserta yang pertama selesai.

Sementara pasangan ADP-Sulkarnain yang mendapatkan nomor urut kedua, menyampaikan nomor urut kedua memiliki makna kemenangan. Dirinya tak pernah mempermasalahkan dapat nomor berapa, namun yang terpenting adalah gambarnya jelas dan juga nomornya.

Menurutnya, nomor dua itu punya filosofi yang cukup baik, yang berarti keseimbangan dan kesempurnaan.

“Bayangkan saja dalam penciptaan manusia selalu diciptakan dengan penuh keseimbangan dan berpasang-pasangan, misalnya, penciptaan mata kita ada kiri dan kanan, kaki kita juga dan begitu seterusnya selalu dalam posisi seimbang. Dengan keseimbangan, maka hal itu akan membawa kebaikan dan kemenangan,” ujarnya.

Begitupun juga lanjutnya, dalam kertas suara, ada nomor urut tiga dan nomor urut satu sebagai pendamping, agar seimbang ada antara kedua nomor, “Maka yang keluar sebagai pemenangnya adalah nomor urut dua,” tuturnya.

Selain itu, ADP menyampaikan angka dua itu melambangkan huruf “V” atau victory yang berarti kemenangan, dan insya Allah kita akan keluar sebagai pemenang

“Insya Allah nomor dua sama dengan huruf V “victory” yang berarti kemenangan,”ujarnya sembari meneriakkan kata Allahu Akbar.

Selain itu, ADP menafsirkan bahwa angka dua juga bisa melambangkan hurup P “peace” yang memiliki arti kedamaian. Karenanya, pihaknya akan senantiasa mengedepankan kedamaian dalam Pilwali mendatang.

Lain halnya dengan pasangan Derik-Suri Syahriah Mahmud. Derik mengungkapkan bahwa pihaknya sama sekali tidak mempersoalkan harus mendapatkan nomor urut berapa.

Kata Derik, nomor satu bisa menjadi tiga, nomor dua juga bisa menjadi tiga begitupu juga nomor urut tiga bisa saja menjadi nomor satu atau keluar menjadi pemenang dalam perhelatan Pilwali mendatang.

Jelasnya kata Derik, yang penting kemenangan berada dipihaknya. Mau nomor satu atau dua kalau tidak menang juga tidak ada artinya biar nomor tiga kalau itu pemenangnya, maka itulah yang terbaik.

Dalam penetapan nomor urut yang berlangsung di Grand Clarion Hotel Kendari pelaksanaannya berlangsung dengan kawalan ketat aparat kepolisian. Pihak panitia betul-betul selektif dalam memasukkan setiap orang masuk keruangan.

Alhasil, banyak diantara simpatisan, pendukung dan keluarga pasangan calon yang tidak diperbolehkan masuk ke dalam, karena tidak memiliki undangan masuk mengikuti rapat pleno penetapan nomor urut. (p4/a/ags)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top