Gubernur Tegur Tony – FAJAR Sultra
News

Gubernur Tegur Tony

♦ Diminta Kembalikan Anwar Sanusi sebagai Sekda Koltim

KENDARI, RSONLINE – Bupati Kolaka Timur (Koltim) Tony Herbiansyah tak menanggapi teguran tertulis yang disampaikan Gubernur Sultra Nur Alam, yang memintanya mengembalian jabatan Sekda definitif Koltim Anwar Sanusi.

Bupati Koltim harusnya mengembalikan Anwar Sanusi menjadi Sekda Koltim, setelah pelantikan Bupati Koltim dan Wakil Bupati Koltim lalu.

Namun sayangnya, hingga kini Tony tetap ‘keras kepala’ dan masih bersikeras dengan keputusannya, tak mau memakai Anwar Sanusi, dan lebih memilih mengangkat pelaksana tugas (Plt) Sekda Koltim Samsul Bahri.

Wakil Gubernur Sultra HM Saleh Lasata mengaku, jika surat teguran terhadap Bupati Koltim terkait polemik Sekda Koltim telah dilayangkan. Namun hingga kini yang bersangkutan enggan melaksanakannya.

Mestinya, sesuai ketentuan Undang-Undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, dalam rangka melakukan pembinaan pemerintah daerah dibawahnya, maka tidak ada alasan untuk tidak melaksanakan perintah gubernur.

“Sudah ditandatangani (suratnya), sebagai bentuk koordinasi dan pembinaan. Supaya apa yang disarankan dalam UU 23 itu dilaksanakan dengan baik oleh bupati,” ujar, Rabu (26/10) usai membuka pameran perumahan bersubsidi di GOR Bahteramas Kendari.

Wagub menyampaikan, jika surat teguran yang dilayangkan itu, bukan sebuah sanksi terhadap kepala daerah yang tidak mau menjalankan Undang-Undang Nomor 23 itu.

Pemprov Sultra dalam hal ini gubernur, lanjutnya, berwenang dan berkewajiban memberikan supervisi dan pembinaan kepada kepala daerah dibawahnya, dalam hal ini bupati/walikota.

Sementara dalam ketentuan, kepala daerah baru bisa melakukan perombakan atau pergantian pejabat setelah enam bulan.

“Nanti bahwa dia (Bupati) mau ganti Sekda itu boleh, tetapi setelah enam bulan berikutnya,” katanya.

Dia mengakui jika dalam surat teguran tersebut, Bupati Koltim diminta mengembalian status Anwas Sanusi pada jabatannya semula yakni sebagai Sekda Koltim.

Tapi sayangnya, tidak ada penegasan sampai kapan atau dalam jangka berapa lama status Anwas Sanusi dikembalikan. “Iya ada, tapi bukan berapa hari,” katanya lagi.

Dia menilai, jika surat yang dilayangkan itu bagian dari pembinaan kepada pemerintah daerah di kabupaten/kota.

“Ya jangan dianggap bahwa itu sanksi, karena mensanksi itu bukan tugas gubernur. Kecuali sudah melanggar ketentuan betul,” jelasnya.

Tetapi pemberian sanksi itu bisa saja dilakukan. Saat ini masih dalam tahap pembinaan. Jika memang tidak mengindahkan lanjutnya, maka bisa saja, yang bersangkutan diberikan sanksi tegas.

Anwar Sanusi sendiri saat masuk berkantor di Pemda Koltim pekan lalu mengaku, sudah cukup lama dirinya berkantor di jalan. Sebab dirinya tiak mendapatkan ‘tempat’ di Pemda Koltim, padahal statusnya adalah Sekda Koltim. Bahkan dirinya juga tercatat orang yang pernah menduduki jabatan 01 di kabupaten Koltim, saat Pilkada Serentak lalu. (a/*)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top