Lima Eks Komisioner Ditahan – Fajar Sultra
News

Lima Eks Komisioner Ditahan

♦ Atas Dugaan Korupsi Dana Pilbup Konawe

UNAAHA, RSONLINE– Lima mantan komisioner KPU Konawe, Sukiman Tosugi, Bislan, Hajartul A Taridala, Suhardin, dan Rudiasin resmi ditahan pihak Kejaksaan Negeri Konawe, Rabu (26/10).

Mereka ditahan setelah menjalani proses pemeriksaan sekitar lima jam lebih di Kejari Unaaha. Pantauan Rakyat Sultra pascapelimpahan berkas dari Polres Konawe ke Kejari Konawe, mereka diperiksa secara bergilir di salah satu ruangan Kejari Konawe.

Saat pemeriksaan lima mantan komisioner turut didampingi oleh seorang pengacara. Jelang penahanan, keluarga mantan komisioner yang didera kasus korupsi tampak menyambangi Kantor Kejaksaan.

Mobil tahanan Kejari Konawe yang disiapkan untuk mengangkut tersangka korupsi Pilbup Konawe telah diparkir di depan Kantor Kejari Unaaha sejak pukul 16.50. Foto.Lina Rakyat Sultra

Mereka menanti putusan akhir Kejaksaan yang menjadwalkan penahanan para komisioner KPU Konawe periode 2008-2013 itu.

Salah seorang komisioner KPU Konawe yang enggan disebutkan namanya mengaku pasrah dengan penahanan dirinya.

“Ini risiko jabatan. Kita hanya berdoa agar ada putusan terbaik,” singkat eks komisioner KPU Konawe disela pemeriksaan.

Sejauh ini, pihak Kejari Unaaha belum mau membeber keterangan perihal pelimpahan kasus korupsi penyelenggaraan Pilbup Konawe termasuk penahanan eks komisioner KPU Konawe.

Jelang proses eks komisioner KPU Konawe, mobil tahanan Kejari telah diparkir di depan gedung Kejari Unaaha sekitar pukul 16.50 Wita. Mobil ini sedianya akan dipakai mengangkut para tersangka menuju Rutan Kelas II B Unaaha.

Sebelumnya, setelah berkas kasus korupsi penyelenggaraan Pilbup Konawe yang menyeret tersangka komisioner KPU Konawe periode 2008-2013 dinyatakan rampung.

Didampingi penyidik Polres Konawe, empat mantan anggota KPU Konawe, Rudiasin, Sukiman Tosugi, Hajartul A Taridala, Suhardin Tosepu plus satu Komisioner KPU aktif, Bislan digiring ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe sekitar pukul 12.30 wita, Rabu (26/10).

Kapolres Konawe, AKBP Jemi Junaedi mengatakan kasus korupsi penyelenggaraan Pilbup Konawe resmi dilimpahkan ke Kejari Unaaha kemarin.

“Sudah P21 dari kejaksaan. Ini hari pelimpahan tersangka plus barang bukti,” singkat Jemi saat memberi keterangan pers, Rabu (26/10).

Pantauan Rakyat Sultra, sebelum diboyong ke Kantor Kejari Unaaha, eks komisioner KPU Konawe yang kini menyandang status tersangka, Rudiasin, Hajartul Aswad Taridala, Sukiman Tosugi, Bislan, dan Suhardin Tosepu terlihat lebih dulu absen ke Mapolres Konawe.

Mereka datang secara terpisah sekitar pukul 10.30 Wita. Mantan Ketua KPU Konawe yang masih menjabat anggota DPRD Konawe Sukiman Tosugi hadir lebih awal. Menyusul Anggota KPU aktif, Bislan, dan tiga mantan anggota KPU lain, Suhardin Tosepu, Hajartul dan Rudiasin.

Tanpa berbicara pada awak media, mereka langsung masuk ke ruang penyidik Satreskrim Polres Konawe. Sekitar dua jam kemudian, menumpangi mobil Toyota Rush putih, lima tersangka korupsi Pilbup Konawe itu langsung diboyong ke Kantor Kejaksaan Negeri Konawe.

Salah seorang pengacara tampak turut mendampingi para tersangka. Baik saat menjalani pemeriksaan di Polres maupun di Kejari Konawe.

Informasi dihimpun Rakyat Sultra, bersamaan pelimpahan berkas korupsi Pilbup Konawe dan tersangka, Kejari Konawe dikabarkan bakal langsung melakukan penahanan terhadap lima eks komisioner KPU Konawe itu.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Konawe menolak memberi komentar perihal prediksi penahanan lima mantan komisioner KPU Konawe yang tengah menjalani pemeriksaan lanjutan di Kejari.

“Itu kewenangan kejaksaan. Kita tidak bisa memastikan 100 persen (ditahan, red),” ungkap Jemi.

Pelimpahan berkas kasus korupsi Pilbup Konawe kemarin diajui Jemi sebagai salah satu prestasi bagi Polres Konawe.

“Dua tahun baru selesai. Ini prioritas dan sangat memuaska bagi bisa dituntaskan. Ini masuk kategori korupsi yang terbesar di Sultra yang berhasil diungkap Polres Konawe,” ujar Jemi.

Polres Konawe merilis total kerugian negara dari kasus ini mencapai angka fantastis yakni berkisar Rp 6 miliar lebih. Polisi menemukan adanya penyimpangan anggaran yang diantaranya mencakup honorarium penyelenggara yang tak kunjung dibayarkan.

Masih dalam kasus yang sama, selain menyeret eks komisioner KPU Konawe, Sekretaris KPU Konawe dan Mantan Bendahara lebih dulu meringkuk di kursi pesakitan dan divonis penjara. (lin/ags)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top