Pemkot Baubau Tiga Raperda – FAJAR Sultra
News

Pemkot Baubau Tiga Raperda

BAUBAU, RSONLINE – DPRD Kota Baubau kembali kerja maraton memasuki akhir tahun anggaran 2016. Setelah rancangan perda APBD 2017 yang ditargetkan harus tuntas pada November ini. Para wakil rakyat di Baubau harus bertanggungjawab menyelesaikan pembahasan tiga raperda yang diajukan Pemkot Baubau.

Diantaranya, raperda penyertaan modal pada PDAM Kota Baubau merupakan payung hukum yang menjadi dasar bagi Pemkot Baubau untuk melakukan investasi kepada PDAM Kota Baubau. Raperda revisi RPJMD Kota Baubau dan Raperda keorganisasian Kota Baubau.

Sidang yang dipimpin Ketua DPRD Kota Baubau Roslina Rahim dengan agenda mendengarkan pandangan tiap-tiap fraksi DPRD Kota Baubau, Rabu (26/10). Hampir seluruh fraksi yang ada, menyepakati rancangan perda penyertaan modal di PDAM Kota Baubau itu. Namun ada 2 fraksi yaitu fraksi Hanura (gabungan dari partai Hanura dan partai Golkar) serta fraksi Demokrasi Pembangunan Indonesia (Gabungan dari partai Demokrat, PPP dan Gerindra ) justru memberikan beberapa poin penekanan terkait raperda tersebut.

Raperda tersebut mulai dibahas hari ini setelah Walikota Baubau AS Tamrin menyampaikan pidato pengantar terhadap pengajuan tiga raperda tersebut di DPRD Kota Baubau, kemarin.

“Pengajuan tiga raperda tersebut merupakan suatu kebutuhan dalam menunjang kelancaran tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” singkat Walikota Baubau AS Tamrin.

AS Tamrin

Sementara itu, anggota DPRD Kota Baubau, Ishak Zuhur menuturkan ketiga raperda yang diajukan pemerintah daerah merupakan wujud dalam menciptakan kemakmuran rakyat secara adil dan merata. Namun demikian, dalam membuat peraturan daerah (Perda) dan peraturan daerah lainnya harus disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang undangan yang lebih tinggi diatasnya.

“Perda pada dasarnya merupakan penjabaran lebih lanjut dari perundang-undangan yang lebih tinggi dengan memperhatikan ciri khas masing-masing daerah. Kewenangan membuat perda merupakan wujud nyata pelaksanaan hak otonomi yang dimiliki oleh suatu daerah dengan tujuan untuk mewujudkan kemandirian daerah dan memberdayakan masyarakat,” tuturnya.

Kata dia, setelah menggelar paripurna atas pemandangan fraksi pihaknya meyakini raperda penyertaan modal akan segera dibahas dalam waktu yang tidak begitu lama. Pasalnya, raperda Kota Baubau tersebut menjadi elemen penting dalam mengoptimalkan dan menunjang kelancaran tugas pemerintahan dalam meningkatkan kompetensi dan evisiensi pelayanan kepada masyarakat di Kota Baubau.

“Dalam penetapan raperda menjadi peraturan daerah tentu ada proses pembahasan dan pengkajian-pengkajian yang lebih mendalam. Hal itu dikandung maksud agar produk peraturan daerah kita tidak memiliki celah hukum yang membuat perda itu sendiri timpang tindih dengan peraturan yang lebih tinggi diatasnya,” tutupnya. (m1/b/hum)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top