Sisir Hotel dan Perumahan, Imigrasi Tangkap 8 WNA – Fajar Sultra
News

Sisir Hotel dan Perumahan, Imigrasi Tangkap 8 WNA

KENDARI, RSONLINE – Delapan warga negara asing (WNA) tanpa dokumen resmi diamankan tim gabungan yang beranggotakan Imigrasi Kendari, TNI/Polri, dan BIN. Mereka terjaring dalam gerakan operasi orang asing, yang digelar mulai sekira pukul 20.00 wita sampai 24.00 Wita di Kota Kendari. Enam diantaranya berjenis kelamin laki-laki, satu orang ibu rumah tangga dan satu balita berusia tiga tahun.

Keseluruhan yang diamankan adalah warga negara China. Mereka yang diamankan yaitu Shang Weiwi (27), Liu Yuchen (26), Wang Delong, Zhang Zirong, Feng Yele, chen Jinhui, zeng xiaotao, cheng nan (3).

Balita berusia 3 tahun atas nama Cheng nan merupakan kelahiran Indonesia. Diamankan di perumahan mewah Kemaraya Residency, bersama kedua oarang tuanya atas nama Chen Jinhui dan Zeng Xiaotao.

Saat dikonfirmasi, Kepala Divisi Keimigrasian Kementerian Hukum dan HAH wilayah Sultra Enang Syamsi mengatakan, delapan orang tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian pasal 122 tentang penyalagunaan izin tinggal, pasal 116 tentang tindak pidana ringan dan pasal 71.

WNA tanpa dokumen yang diamankan oleh Tim gabungan dalam razia orang asing yang di Perumahan Kamaray Residency.

“Empat orang melanggar penyalahgunaan izin tinggal, tiga orang tidak melaporkan identitas dirinya di pihak imigrasi, dan satu orang atas nama melanggar tindak pidana ringan,” kata Enang.

Jika dalam waktu 1×24 jam mereka tidak memperlihatkan kelengkapan identitasnya, dan tidak kooperatif dalam kepengurusan keimigrasian, maka mau tidak mau akan diberikan sanksi.

Menurut Enang, razia orang asing merupakan upaya pemerintah mencegah dan menanggulangi kehadiran orang asing secara ilegal, tanpa mengunakan identitas resmi dari pihak Pemerintah Indonesia.

Sebelumnya, pihaknya dalam satu bulan ini sudah menangani 11 orang asing tanpa dokumen resmi. Bahkan delapan diantaranya akan dipulangkan dalam waktu dekat ini.

“Besok 8 orang kita pulangkan, sekarang pada operasi serentak malam ini ada 8 orang lagi kita amankan sementara. Kita masih dalami kalau tidak punya dokumen resmi kita akan pulangkan,” jelasnya. Enang menambahkan bahwa kebanyakan orang asing yang masuk ke Bumi anoa saat ini hanya menggunakan visa kunjungan tanpa paspor resmi.

Pantauan koran ini, tim gabungan melakukan pemeriksaan tentang dokumen keimigrasiannya yang meliputi visa, paspor dan izin tinggal. Dari puluhan WNA yang diperiksa delapan orang diamankan karena tidak memiliki dokumen resmi.

Sedangkan delapan WNA asal China tersebut kebanyakan diamankan di sebuah perumahan, bertempat di Hotel Ataya didapatkan kartu kependudukan orang asing seorang berjenis kelamin perempuan, sayangnya saat digeledah kamar yang dihuni oleh WNA tersebut sedang tidak ada di tempat.

Saat hendak diamankan dan diperiksa identitasnya, mereka tak segan beradu mulut dengan petugas, dan ada pula yang berpura-pura sakit.

Informasi yang dihimpun, warga negara asing merupakan pimpinan perusahaan yang bergerak dalam pengiriman barang dan jasa, serta yang lainnya sebagai peneliti ahli pertambangan nikel.

Selain mengamankan delapan WNA, tim gabungan juga mengamankan sejumlah barang milik pelaku. Barang tersebut berkaitan dengan kegiatannya selama di Bumi Anoa. Seperti dua WNA yang diamankan di kontrakan milik warga di jalan cempaka Kamaraya, mereka yaitu WNA asal cina yang bekerja di Perusahaan tambang Routa, Konut.

Mereka tinggal dan menginap di Kendari ada yang baru dua bulan bahkan lima bulan. Dan rata-rata mengontrak sebuah rumah mewah dipatok dengan harga Rp 70 juta sampai 100 juta satu tahunnya. (p2/b/ags)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top