Dahlan Selalu Tersenyum Karena Tak Bersalah – FAJAR Sultra
News

Dahlan Selalu Tersenyum Karena Tak Bersalah

6-dahlan-ulama

JAKARTA – Sejumlah ulama kemarin juga mengunjungi Dahlan Iskan di Rumah Tahanan Medaeng, Sidoarjo. Mereka datang dari Madura dan Magetan, Jatim, hingga Tasikmalaya, Jabar. Para ulama itu prihatin atas kriminalisasi yang dialami Dahlan. Salah seorang yang datang adalah Ali Badri, tokoh Ikatan Keluarga Besar Masyarakat Madura (Ikamra).

Dari kiri – KH Masyhuri Maksum, Ali Badri Zaini, KH Abdul Aziz Afandi, Al Habib Idrus Al Jufri, dan Erwin Budiman Haris (dua dari kanan). Mereka menemui Dahlan Iskan di Rutan Medaeng kemarin.

Ali Badri yang datang bersama Al Habib Idrus Al Jufri dan KH Masyhuri Maksum menyatakan datang untuk menyapa sahabat lamanya itu. Mereka memberikan serban putih bermotif batik merah marun.

Air zamzam dan buah kurma juga dibawa. Menurut Ali Badri, kedatangannya sekaligus merupakan tanda bahwa masyarakat Jatim, khususnya Madura, mendukung Dahlan. “Ini adalah bentuk dukungan kami,” ujarnya.

Ali Badri yakin Dahlan merupakan orang yang terzalimi dan teraniaya. Untuk itu, mereka memberikan dukungan dengan mendoakan. Mereka kagum dengan Dahlan yang tetap istiqamah meski tengah dirundung masalah. “Beliau selalu tersenyum, tidak terlihat raut wajah susah. Mungkin karena memang beliau tidak bersalah,” ucap Ali Badri sesudah menemui Dahlan.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Tasikmalaya KH Abdul Aziz Afandi me­nyatakan sengaja datang jauh-jauh dari Jabar untuk mengunjungi Dahlan. Dalam pandangannya, Dahlan merupakan sosok ahli tarekat dan ahli ibadah. “Yang perlu dicontoh adalah ketulusan dalam mengabdi,” tuturnya.

Aziz datang bersama ahli hukum Erwin Budiman Haris dengan tujuan mempelajari kasus tersebut. Jika Dahlan berkenan, Aziz tidak ragu untuk membantu proses hukum. “Bahkan, saya siap menjadi penjamin penangguhan penahanan Dahlan,” tandasnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tasikmalaya KH Acep Nur Mubarok juga ikut dalam rombongan. Menurut Acep, MUI Tasikmalaya mendoakan Dahlan. Sebab, mereka mengakui selama ini mendapatkan inspirasi dari membaca buku dan tulisan-tulisan Dahlan. Terutama kontribusinya terhadap pembangunan bangsa ini. “Setiap pengajian akan kami doakan. Kami percaya Pak Dahlan akan mendapatkan hasil yang lebih baik,” ujarnya.

Jam besuk kemarin juga dimanfaatkan para wartawan senior untuk menjenguk Dahlan. Mereka memberikan dukungan moril kepada mantan ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim tersebut. Sebelumnya mereka membuat petisi keprihatinan atas penanganan perkara PT PWU.

Sementara itu, dukungan nyata terhadap Dahlan juga terus dilakukan simpatisan yang mengatasnamakan diri Dahlanis. Setelah melakukan aksi damai menyerukan penggunaan tagar #Save DahlanIskan, kemarin, Minggu (30/10) mereka bakal menggalang satu juta tanda tangan untuk mendukung Dahlan. Kegiatan tersebut di­langsungkan di Taman Bungkul mulai pukul 6 hingga 8 pagi.

“Kegiatan besok (hari ini, Red) untuk menunjukkan betapa besar simpati orang kepada Pak Dahlan,” kata koordinator aksi Daniel Rorong. Gerakan moril itu juga bagian dari perlawanan terhadap penegakan hukum yang semena-mena. Tindakan semena-mena terhadap Dahlan harus menjadi momentum perbaikan penegakan hukum di kejaksaan. (jpg)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top