Jaksa dan Polisi Beda Pendapat – FAJAR Sultra
News

Jaksa dan Polisi Beda Pendapat

♦ Kasus Koperasi Buton Bersinar Lanjut, PT Wika Bitumen Dipending

KENDARI, RSONLINE – Jaksa dan polisi beda pendapat dalam kasus penambangan illegal yang menyeret pimpinan Koperasi Buton Bersinar, Rustam Zumura sebagai tersangka. Jaksa mendesak penetapan tersangka baru, namun penyidik menolak.

Penyidik Subdit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Direskrimsus Polda Sultra menilai Kejati Sultra terkesan terburu-buru memberi petunjuk untuk menetapkan tersangka baru. Meskipun penetapan tersangka baru sebagai persayaratan untuk melengkapi berkas tahap satu tersangka Rustam Zumura.

Kepala Subdit IV Tipiter Direskrimsus Polda Sultra, AKBP Hartono mengatakan, penetapan tersangka baru harus mencukupi dua alat bukti. Selain itu untuk menjerat tersangka harus melalui prosedur atau tahapan. “Mulai dari serangkaian penyelidikan sampai kepenyidikan,” katanya.

Dia menambahkan, petunjuk jaksa untuk menetapkan dua tersangka dalam kasus itu harus melelui serangkaian pemeriksaan saksi. Belum ditetapkannya tersangka baru bukan semata-mata berkas tersangka Rustam Zumura tidak bisa di tahap satu oleh Penyidik. “Yang berhak menetapkan tersangka baru dalam kasus itu adalah kepolisian. Belum tuntas satu sudah mau minta satu lagi,” jelasnya.

Sebelumnya, berkas tersangka pimpinan Koperasi Buton Bersinar Rustam Zumura telah dua kali dikembalikan jaksa dengan petunjuk yang sama. Dalam petunjuk tersebut jaksa meminta kepada penyidik untuk menetapkan dua tersangka baru yang ikut menikmati hasil penambangan aspal ilegal Koperasi Buton Bersinar.

Dalam kasus itu, salah satu nama pengusaha di Kota Baubau Tony disebut-sebut ikut terseret. Jaksa meminta supaya Tony ikut ditetapkan sebagai tersangka karena diduga ikut menikmati penambangan aspal secara ilegal.

Dalam kasus penambangan illegal itu, Koperasi Buton Bersinar diduga melakukan penambangan melewati batas yang tertuang dalam izin usaha pertambangan yang dikantongi koperasi tersebut di Kabupaten Buton.

Koperasi Buton Bersinar dianggap telah melanggar undang-undang mineral dan batu bara tepatnya diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Dalam kasus penambangan aspal illegal di Kabupaten Buton, penyidik tidak hanya mengusut Koperasi Buton Bersinar. Penyidik juga mengusut dugaan penambangan illegal yang dilakukan PT Wika Bitumen. Namun, perkara yang melibatkan perusahaan plat merah itu, hingga kini tidak ada kabarnya.

Penyidik belum menetapkan tersangka dalam kasus PT Wika Bitumen. Penyidik hanya sebatas melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Entah ada apa, sehingga penyidik belum juga melanjutkan kasus itu.(p2/b/din)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top