Miris, SD di Uepay Tak Miliki Gedung Sekolah – FAJAR Sultra
News

Miris, SD di Uepay Tak Miliki Gedung Sekolah

UNAAHA, RSONLINE – Meski berada tak jauh dari pusat ibu kota, kondisi SD Kasaeda terletak Kecamatan Uepay cukup membuat mata sejumlah anggota dewan Konawe terbelalak. Bagaimana tidak, saat sidak terungkap bertahun-tahun sekolah ini diketahui tak pernah memiliki gedung sekolah representatif.

Para siswa yang hendak menuntut ilmu dipencar di dua tempat terpisah. Dua kelas yakni siswa kelas I dan kelas 2 ditempatkan di Balai Desa Kasaeda Kecamatan Uepay. Sementara empat kelas lanjutan dititip di sekolah yang terletak di desa lain.

Pada Rakyat Sultra, Senin (31/10), Sekretaris Komisi III DPRD Konawe, Irawati Umar mengaku kaget setelah mengetahui jika pemerintah tak pernah menganggarkan pembangunan fasilitas gedung sekolah tersebut.

Sekretaris Komisi III DPRD Konawe, Irawati Umar melakukan sidak ke SD Kasaeda Kecamatan Uepay yang dilaporkan tak memikiki fasilitas ruang belajar. Foto Lina Rakyat Sultra

Sepegetahuannya, gedung SD Kasaeda memang pernah roboh. Makanya, alternatif sementara siswa disana sempat dititip belajar di Balai Desa dan sekolah terdekat.

Namun, ia tak menyangka sejak itu pemerintah tak kunjung merespon cepat ambruknya bangunan sekolah dengan penyediaan fasilitas gedung baru. Kondisi ini malah dibiarkan berlangsung hingga saat ini.

“Sudah lama sekali. Setahu kami memang bangunan lama roboh. Tapi, kami pikir pemerintah sudah mengupayakan bangunan baru,” urai Irawati.

Ia mengungkap kondisi balai desa yang dipinjam sementara sebagai ruang belajar siswa kelas I dan 2 SD Kasaeda sangat memprihatikan. Kelas yang dibawahi dua guru PNS dan dua guru GTT ini, kata Ira jauh dari kata layak.

“Sangat tidak memadai. Siswanya ada 40 orang. Memang ada kursi dan meja tapi kondisinya menyedihkan,” ungkap Irawati.

Dewan Konawe sejak tahun lalu diakui Ira sudah sempat mengusul pembangunan fasilitas gedung baru bagi siswa SD Kasaeda. Namun, usulan ini tak kunjung direspon pemerintah.

“Kita pernah usul tahun lalu. Tapi belum ada realisasi rupanya. Disini itu pemukiman cukup padat. Dominan warga trans Bali. Kita coba kontak UPTD atau Diknas tapi tidak ada respon. Nomornya saja tidak ada yang aktif saat kita mau konfirmasi tentang gedung sekolah ini bagaimana,” tambahnya.

Pascakunjungan ini, Ira menuturkan pihaknya berencana menyampaikan langsung permasalahan ini ke pihak Diknas Konawe. Ia berharap pemerintah memberi perhatian serius bagi perbaikan kualitas pendidikan di Konawe. Terutama dalam hal penyediaan infrastruktur yang mendukung keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.

Lahan sebagai lokasi baru gedung rumbel SD Kasaeda sendiri memang sudah disiapkan. Namun, saat memantau langsung di lapangan, kata Ira, kondisi lokasi yang disiapkan itu tak memungkinkan didirikan sebuah bangunan. Pasalnya lahan yang dimaksud berada di areal rawa.

“Lahannya sudah ditunjuk. Tapi rawa. Kita inginkan lokasi yang dipilih tepat biar bisa dijangkau oleh siswa. Bukan di rawa. Kalau pun mau dibangun pasti butuh waktu lama karena kondisi lahan tidak memungkinkan,” tutupnya. (lin/ian)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top