Kepala KUPT Langkoroni I Ditahan – FAJAR Sultra
News

Kepala KUPT Langkoroni I Ditahan

BUTONPOS.COM, RAHA–Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna mulai menunjukan taringnya. Satu persatu perkara dugaan korupsi yang menjadi tunggakan diselesaikan. Selasa (1/11), korps Adhyaksa itu kembali mengeksekusi La Nosa, tersangka dugaan korupsi penyaluran jatah Jaminan Hidup (Jadup) 100 KK warga transmigrasi Langkoroni tahun 2012 silam dari total anggaran sebesar Rp 622 juta.

Tersangka yang merupakan Kepala Kantor Unit Pemukiman Transmigrasi (KUPT) Langkoroni I dijebloskan ke Rutan Klas II B Raha setelah menjalani pemeriksaan kesehatan pukul 13.00 Wita.

“Setelah alat bukti lengkap, tersangka langsung kita tahan, ” kata Kejari Muna, Badrut Tamam melalui Kasi Pidsus, I Dewa Gede Baskara.

Tersangka akan dititip di Rutan selama 20 hari. Saat masa penahanan itu, Jaksa akan menyusun kelengkapan berkas untuk dilimpahkan di Pengadilan Tipikor Kendari.

“Kita upayakan sebelum masa penahanan selesai, terdakwa sudah dilimpahkan di Pengadilan Tipikor,” ungkapnya.

Gede menerangkan, modus yang digunakan tersangka adalah menyalurkan Jadup tidak sesuai kontrak. Dimana, seharusnya penerima Jadup adalah warga transmigrasi Langkoroni I, namun KUPT membagikan pada warga trans yang tidak berhak. Hal tersebut disebabkan, warga trans telah kembali ke daerah asalnya.

Tersangka kemudian memalsukan tanda penerima Jadup yang seolah-olah penerimanya ada warga trans asli. Atas ulah tersangka, kerugian keuangan negara sebesar Rp 66 juta. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 2 ayat 1 jo, Pasal 18 UU no 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU no 31 tahun 1999 tentang pemeberantasan tindak pidana korupsi dan pasal 3 jo, pasal 18 UU no 2001 tentang perubahan atas UU no 31 tahun 2009. “Ancaman hukumannya 4 tahun untuk pasal 2 dan 1 tahun untuk pasal 3,” ungkapnya.

Sebelum digiring ke Rutan, tersangka terlebih dulu menjalani pemeriksaan kesehatan diruangan Poliklinik Kejari yang dilakukan oleh Dirut RSUD Raha, dr Tutut Purwanto. Hasil pemeriksaan, tersangka dinyatakan sehat.

“Tersangka sehat, tidak ada ditemukan tanda-tanda penyakit,” singkat Tutut. (m2)

Buton Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top