Dewan kembali Soroti Infrastruktur Sekolah yang Minim – FAJAR Sultra
News

Dewan kembali Soroti Infrastruktur Sekolah yang Minim

UNAAHA, RSONLINE – Banyak fakta miris mengenai kondisi infrastruktur dunia pendidikan ditemukan Komisi III DPRD Konawe saat menggelar kunjungan ke sejumlah sekolah di lingkup ibukota Konawe belum lama ini. Selain temuan SD yang tak punya ruang belajar, sebuah sekolah yang tak jauh dari pusat ibukota didapati masih ada yang berlantai ubin.

Sekolah dimaksud adalah SD Latoma yang terletak di Kecamatan Unaaha. Ironisnya, seperti diungkap Sekretaris Komisi III DPRD Konawe, Irawati Umar, dari luar wajah gedung sekolah terlihat mentereng.

Teras sekolah dibangun dengan lantai tehel. Kontras dengan penampakan luar, ruang RKB SD Latoma justru dibiarkan berlantai ubin. Kondisi ubin pun banyak yang mulai retak dan hancur.

“Kita kaget. Fisik dari luar bagus. Pas masuk didalam ternyata masih ubin. Itu saja, banyak yang hancur, lubang-lubang lantainya. Kasian. Padahal ini sekolah di Kota. Kita belum sampai di desanya, yang di kota sudah dibiarkan terlantar begini,” cetus Irawati ditemui usai Rapat Paripurna di DPRD Konawe, Selasa (1/11).

Komisi III, lanjut Irawati kesulitan ketika hendak mempertanyakan alasan dibalik proses rehab sekolah yang dikerja secara asal-asalan dan tidak maksimal.

Pasalnya, pihak Diknas Konawe selaku penanggungjawab program perbaikan infrastrukturdi daerah terkesan tidak koperatif dan sukar dikonfirmasi kala ada sorotan menyangkut perbaikan kualitas infrastruktur pendidikan di Konawe.

“Setahu kami dari 2014. Kita mau tanya ke Kepsek juga masih baru. Dia tidak bisa menjawab kenapa sampai kondisi sekolahnya begitu. Diknas yang kita hubungi selalu sibuk dan susah sekali untuk dikoordinasi pas ada masalah seperti ini. Tidak mesti selalu melalui Kadis. Staf dibawah yang dihubungi selalu tidak aktif,” ujar Irawati.

Sorotan menyangkut perbaikan infrastruktur pendidikan selama ini digaungkan dewan, ditegaskan Irawati bukan dimaksud menjatuhkan salah satu pihak. Semua pejabat dilingkup Diknas mestinya mau membuka diri kala ada persoalan menyangkut dunia pendidikan.

Untuk diketahui, kunjungan sebelumnya Komisi III DPRD Konawe mendapati adanya sebuah SD di Desa Kasaeda Kecamatan Uepay yang tak kunjung memiliki bangunan sekolah sejak gedung RKB roboh beberapa tahun silam. Lantaran tak memiliki ruang belajar, siswa SD Kasaeda terpaksa dipencar didua lokasi terpisah. Siswa kelas 1 hingga kelas 2 ditampung di Balai Desa Kasaeda. Sementara siswa kelas 4 hingga kelas 6 dititip di sekolah yang ada di Desa Tawamelewe. (lin/ian)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top