101 Pasang Mempelai Dapat Buku Nikah – FAJAR Sultra
News

101 Pasang Mempelai Dapat Buku Nikah

00-Sidang-Isbat-Nikah-Terpadu-4-1024x680

KENDARI, RSONLINE – Sebanyak 101 pasangan suami-istri (pasutri) berasal dari lima Kecamatan yakni Kecamatan Poasia, Kambu, Baruga, Kendari Barat dan Kendari mengikuti isbat nikah terpadu, yang berlangsung di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Poasia. Kegiatan isbat nikah terpadu dibuka sicara simbolik oleh Wali Kota Kendari Ir Asrun Meng Sc.

Ir Asrun mengatakan, perkawinan adalah hubungan hukum yang sah antara pria dan wanita. Olehnya itu, bagi pasutri yang telah melakukan pernikahan harus ada bukti otentik. Sebab, sorot Asrun, jika tidak ada bukti otentiknya maka anaknya tidak dapat dibuatkan akta kelahiran.

Ratusan pasangan suami isti (Pasutri) saat mengikuti sidang isbat nikah terpadu di Kantor Camat Poasia, Kota Kendari, Jumat (4/11). Pelaksanaan sidang isbat nikah terpadu bertujuan untuk membantu masyarakat yang belum memiliki buku nikah resmi dari negara.

“Untuk itu pemerintah kota Kendari perlu hadir untuk memberikan solusi administrasi kepada masyarakatnya, sehingga pihak Pemkot, pengadilan agama, Disdukcapil melakukan kerja sama untuk melaksanakan sidang isbat nikah terpadu ini,” ungkap Asrun.

Asrun menambahkan, masyarakat wajib menginformasikan peristiwa penting yang terjadi, seperti kelahiran, kematian, juga perceraian. Namun, sebut Asrun, kenyataannya banyak masyarakat miskin yang menikah secara agama dan tidak terdata secara hukum untuk mendapatkan administrasi lainya.

“Kedepan kita harapkan dengan isbath nikah terpadu tidak ada lagi masyarakat yang belum memiliki buku nikah ataupun akta kelahiran,” katanya.

Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Poasia Musdar mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah melakukan sidang isbat nikah keliling. Dan, ucap Musdar, isbat nikah yang dilakukan jumat (4/11), merupakan isbat nikah yang ketuju kalinya sekaligus kegiatan isbat nikah terpadu pertama serta yang terbesar diKota Kendari.

“Pasutri tertua yang mengikuti isbat nikah terpadu adalah tahun 1969 yang berasal dari Kecamatan Poasia, sedangkan pasangan termuda dari Kecamatan Kendari yang telah menikah pada tahun 2015,” ungkapnya.

Musdar menjelaskan, total Kecamatan yang mengikuti isbat nikah terpadu terdiri dari lima Kecamatan, yakni Kecamatan Poasia sebanyak 22 pasutri, Kecamatan Kambu tujuh pasutri, Kecamatan Baruga 10 pasutri, Kecamatan Kendari 40 pasutri, dan Kecamatan Kendari banyak sebanyak 22 pasutri sehinngga total menjadi 101 pasang.

“Kita usahakan isbat nikah terpadu tuntas hari ini. Semua pelayanan yang diberikan kepada pasutri tidak dikenakan biaya sepersenpun,” paparnya.

La Ode Hape salah satu pasutri yang mengikuti isbat nikah terpadu mengaku sangat berterima kasih kepada pemkot Kota Kendari dan Pengadilan Agama Kota Kendari, serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Kendari. Sebab dengan program tersebut, dirinya bisa mendapatkan buku nikah serta akta kelahiran.

“Kami sangat senang dengan program tersebut, sebab kami sangat merasa terbantu sekali,” terangnya.

“Saya menikah sudah tiga tahun namun tidak memiliki buku nikah, nanti digelar isbat nikah terpadu ini saya dapat memiliki buku nikah juga akta kelahiran,” tuturnya. (p6/b/put)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top