Wakil Bupati Buton Mangkir dari KPK – FAJAR Sultra
News

Wakil Bupati Buton Mangkir dari KPK

KENDARI, RSONLINE – Wakil Bupati Buton La Bakry mangkir dari pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sedianya ia dijadwalkan akan diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus suap tersangka Samsu Umar Abdul Samiun.

Plh Kepala Biro Humas KPK RI, Yuyuk Andriati Jumat (4/11) malam membenarkan kalau La Bakry tidak hadir dalam pemeriksaan di KPK. Yuyuk mengungkapkan, pihaknya tidak mengetahui alasan La Bakry tidak memenuhi panggilan KPK.

“Dia (La Bakry) tidak hadir tadi (kemarin,red). Kami belum mengetahui alasan ketidakhadirannya,” kata Yuyuk melalui whatsapp-nya.

Selain La Bakry, ada dua nama lain yang diperiksa pada Jumat 4 November 2016, yakni Agus Feisal Hidayat dan Ratu Rita. Ratu Rita yang merupakan istri penerima suap dalam kasus ini, Akil Mochtar, juga tidak memenuhi panggilan KPK. Sedangkan Agus Feisal Hidayat datang memenuhi panggilan KPK.

Atas ketidakhadiran La Bakry dan Ratu Rita, kata Yuyuk, KPK akan mengagendakan pemanggilan ulang terhadap keduanya. “Iya, mereka akan dipanggil ulang oleh KPK,” imbuhnya.

Yuyuk juga mengungkapkan, KPK masih akan terus memanggil sejumlah saksi yang diduga mengetahui ataupun menyaksikan dan memiliki keterangan yang berkaitan dengan kasus suap yang menjerat, Bupati Buton nonaktif, Samsu Umar Abdul Samiun. “Iya, masih banyak saksi yang akan dimintai keterangan,” ujarnya.

Menurut Yuyuk, pemeriksaan La Bakry masih sebatas saksi terhadap tersangka Samsu Umar Abdul Samiun. Terkait apakah akan ada tersangka baru ataupun peningkatan status dari saksi menjadi tersangka, Yuyuk enggan berkomentar.

“La Bakry turut diperiksa, karena ia diduga mengetahui ataupun menyaksikan dan memiliki keterangan yang berkaitan dengan kasus suap Samsu Umar Abdul Samiun. La Bakry sendiri merupakan pasangan Samsu Umar Abdul Samiun saat sengketa Pilkada Kabupaten Buton 2011 lalu. Ia juga merupakan wakil Samsu Umar Abdul Samiun tampil di Pilkada Buton 2017 mendatang,”ujarnya.

Sementara Agus Feisal Hidayat ikut dipanggil untuk dimintai keterangan, sebagai salah satu kontestan Pilkada Buton 2011. Agus bersama Yaudu Salam Ajo sempat dinyatakan menang pada Pilkada Buton putaran pertama. Namun saat digugat di Mahkamah Konstitusi (MK), Pilkada Buton harus diulang. Saat Pemilihan Suara Ulang (PSU) itulah, pasangan Agus-Yaudu dinyatakan kalah, dan harus merelakan pasangan Umar-La Bakry sebagai pemenang

Yuyuk menegaskan, sampai saat ini KPK terus melakukan pemanggilan saksi, hal ini dilakukan kata Yuyuk agar proses hukum Umar Samiun terus berjalan dan menemui titik terang. “Kita akan terus melakukan pemanggilan terhadap saksi yang dianggap punya keterkaitan dengan kasus yang menjerat Bupati Buton itu,”tuturnya. (p4/b/aji)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top