DPS Dipersoalkan, KPU Santai – Hacked by TryDee
News

DPS Dipersoalkan, KPU Santai

KENDARI, RSONLINE – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari Hayani Imbu menanggapi santai adanya demonstrasi yang mempersoalkan penurunan daftar pemilih sementara (DPS). Menurutnya DPS yang sudah ditetapkan saat ini sudah melalui proses pencocokan dan penelitian oleh Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP).

Hayani mengatakan DPS pemilihan Wali Kota Kendari yang berjumlah 193.432 orang tidak bisa disandingkan dengan daftar pemilih tetap (DPT) terakhir yakni DPT pemilihan presiden (pilpres). Sebab dalam pemilihan wali kota, warga yang boleh memilih adalah mereka yang memiliki kartu tanda penduduk (KTP) elektronik, kartu keluarga, dan surat keterangan domisili yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Kendari.

Dia menambahkan ketentuan warga yang boleh memilih dalam pilpres dan pemilihan wali kota (pilwali) sangat berbeda. Kalau pilpres, katanya, walaupun warga tersebut bukan masyarakat Kendari tapi dia bisa menyalurkan hak pilih di Ibu Kota Sultra.

“Waktu pemilihan legislatif dan pilpres, biar tidak ada KTP dan kartu keluarga tetapi kalau memang ada orangnya maka dia perlu didata sebagai pemilih. Karena dulu, tidak bisa karena alasan administrasi menghalangi orang untuk memilih,” ungkapnya saat ditemui dihubungi via telepon, Minggu (6/11)/

Dalam pilwali tidak bisa lagi seperti itu. Dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang pilkada, yang bisa memilih adalah mereka yang mempunyai KTP elektronik, kartu keluarga dan surat keterangan domisili.

“Jadi tidak bisa disansingkan DPT pilpres dengan DPT pilwali karena ketentuannya berbeda,” ungkapnya.

Sebelumnya sejumlah massa dari Front Mahasiswa Pemerhati Pilkada Indonesia (Formappi) menggelar aksi unjuk rasa di KPU Kendari. Mereka menyoroti DPS pilwali yang merosot tajam.

DPS pilwali sendiri mengalami penurunan dibandingkan dengan DPT pilpres yang berjumlah 243.680 orang. (r1/b/ian)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top