Mubar Kehilangan Anggaran Rp 180 Miliar – FAJAR Sultra
News

Mubar Kehilangan Anggaran Rp 180 Miliar

LAWORO, BKK – Pemerintah Kabupaten Muna Barat terus dirundung persoalan anggaran. Setelah konflik APBD antara DPRD dan Pemkab yang berujung pada lahirnya Perkada dari Gubernur Sultra, pemotongan DAU dari pemerintah, kini Pemkab Muna Barat harus kehilangan lagi anggaran sampai Rp 180 miliar.

Hilangnya anggaran sebesar Rp 180 miliar itu akibat belum adanya Peraturan Daerah ( perda) tentang Kelembagaan Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah (BPBD). Padahal, dana sebesar itu harusnya sudah digunakan BPBD Muna pada tahun ini.
“Anggaran Rp 180 miliar itu usulan dari BPBD Kabupaten Barat ke pemerintah pusat. Tapi karena perda kelembagaan kita tentang BPBD belum ada, ya terpaksa anggaran itu dikembalikan ke pusat,” kata Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Muna, Zakaruddin Saga, di ruang kerjanya, Senin (7/11) kemarin.
Dikembalikannya anggaran tersebut, lanjut Zakaruddin, tentu saja sangat merugikan masyarakat Mubar sendiri. Pasalnya, anggaran sebesar itu tentu dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur serta mitigasi kebencanaan.
Dia juga mengatakan, anggaran tersebut juga tak bisa turun dengan menggunakan Surat Keputusan Bupati. Tetapi harus dengan Perda.
Tak hanya BPBD Mubar yang kehilangan anggaran, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muna Barat juga kehilangan anggaran sebesar Rp 18 miliar. Hanya kasusnya yang berbeda.
“Memang ada Rp 18 miliar yang kita kembalikan ke pusat karena terlambat melakukan tender,” kata Kadis Nakertrans Mubar, Hasim Kontau yang dikonfirmasi secara terpisah.
Namun apa alasan tender tersebut terlambat dilakukan, Hasim tak mau menjelaskannya. Termasuk saat ditanya apakah gara-gara konflik APBD 2016 ini, Hasim pun tak memberikan informasi.
Informasi yang dihimpun Berita Kota Kendari, lahirnya Perkada dari Gubernur Sultra sebagai pengganti Perda APBD 2016 berdampak pada pengurangan anggaran di seluruh SKPD. Pasalnya, Perkada tersebut hanya menjadi dasar penggunaan anggaran sesuai APBD 2015. (cr1/aha)

Berita Kota Kendari

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top