Penyidik Periksa Kadishut Konut – Hacked by TryDee
News

Penyidik Periksa Kadishut Konut

KENDARI, RSONLINE – Setelah tidak menghadiri panggilan pada Jumat (4/11), Kepala Dinas kehutanan Konawe utara (Konut), Amirudin Supu akhirnya hadir diperiksa Penyidik Tipikor Polda Sultra, Senin (7/11).

Pantauan koran ini, Kadishut Konut diperiksa di Polda Sultra didampingi kuasa hukumnya. Ia datang sekira pukul 09.00 Wita memakai pakaian kemeja Putih. Dirinya diperiksa sampai menjelang sore hari sekitar Pukul 16.00 Wita.

Saat dikonfirmasi, Kasubdit PID Humas Polda Sultra Kompol Dolfi Kumaseh membenarkan pemeriksaan terhadap Amirudin Supu.

Menurut Dolfi, pemeriksaan terhadap tersangka Amirudin Supu merupakan pemeriksaan lanjutan, untuk melengkapi berkas perkara tersangka sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Sultra.
“Tadi pemeriksaan lanjutan dan sudah selesai sore tadi. Jadi dalam waktu dekat akan ditahap satu berkasnya di Kejaksaan,” kata Dolfi.

Kadishut Konut Amirudin Supu ditetapkan sebagai tersangka bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Muhammadu, karena diduga menegetahui dan bertanggungjawab dalam dugaan korupsi pengadaan fiktif bibit di Dinas Kehutana (Dishut) Konawe Utara (Konut) pada tahun anggaran 2015.

Untuk diketahui dalam kasus dugaan korupsi pengadaan fiktif bibit jati, eboni, dan bayam pada 2015 Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah menemukan indikasi kerugian negara sebesar Rp 700 juta, dari total anggaran Rp 1,1 miliar.

Dalam kasus ini tidak hanya melibatkan dua tersangka diduga sejumlah orang dianggap menikmati pengadaan bibit fiktif tersebut. Mereka diantaranya pernah diperiksa sebagai saksi oleh Penyidik seperti mantan Bupati Konut, Aswad Sulaiman dan anaknya Rusmin aswad, Mantan sekda Konut Abu Huraera, serta Asisten 1 Pemerintah Kabupaten Konut, Dr Ihwan Porosi, telah diperiksa oleh Penyidik Tipikor.

Sejumlah mantan pejabat dan pejabat aktif tersebut diduga membagi bibit untuk ditanami diatas lahan milik mereka. Dimana tanahnya atau lahannya tersebut ditanami bibit jati, eboni, dan bayam yang diduga fiktif. Lahan yang ditanami bibit bervariasi lauasnya mulai dari 2 Hektar sampai dengan 6 hektar. (p2/b/ags)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top