Falahwi Kini Kembali Tersangka dengan Masalah yang Sama – FAJAR Sultra
News

Falahwi Kini Kembali Tersangka dengan Masalah yang Sama

♦ Sudah Sempat Bebas dari Jeratan Hukum, Kita Kembali Menjadi Tersangka

MENANG di praperadilan, tidak menjamin bisa bebas dari jeratah hukum. Apalagi jika, jeratan hukum yang kembali melilitnya masih pada masalah yang sama. Rasanya sangat pedis. Dialah Falahwi salah satu mantan petinggi PT Panca Logam Makmur (PLM) yang mengarap pertambangan emas di kabupaten Bombana, yang kembali ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Sultra, meski sebelumnya telah menang prapradilan dari status tersangka yang melilitnya.

Falahwi Mujur Saleh saat didampingi penyidik dan kuasa hukum diboyong di Rutan Kendari, Selasa (27/9). Saat ini, meski telah menang praperadilan, namun Kejati Sultra kembali menetapkan status tersangka kepada dirinya. FOTO: DOK. RAKYAT SULTRA

Setelah menang dari praperadilan atas mekanisme penahanan dan penetapannya sebagai tersangka di Pengadilan Negeri (PN) beberapa waktu lalu, Falahwi Mujur Saleh rupanya masih dikejar Kejaksaan dengan status baru sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi pembayaran royalti perusahaan ke kas daerah tahun 2010-2-11 lalu. Penyidik melalui Kasi Penkum dan Humas Kejati Sultra, Janes Mamangkay mengatakan, Falahwi kembali ditetapkan tersangka sejak 2 November lalu. Falahwi ditetapkan sebagai tersangka dengan kasus yang sama sebelumnya, yakni tidak dibayarnya royalti perusahaan terhadap Pemda Bombana. Kata Janes, Hakim hanya menerima tuntutan Falahwi terkait surat pemberitahuan penetapannya sebagai tersangka tidak pernah sampai di tangan tersangka. Namun pokok perkara yakni tidak dibayarnya royalti tetap menjadi perkara, sehingga Falahwi kembali ditetapkan sebagai tersangka. “Sudah ditetapkan lagi sebagai tersangka, tetapi belum dilakukan penahanan. Soal penahanan itu sudah kewenangan penyidik. Kita lihat saja nanti seperti apa,” uajarnya. Terkait itu, pihaknya kembali melakukan pemeriksaan beberapa saksi atas tersangka Falahwi, baru-baru ini kata Janes, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Unit Bank Rakyat Indonesia (BRI) Bombana dan Kepala unit BCA cabang kendari. Kedua bank itu merupakan bank yang dipakai perusahaan untuk melakukan transaksi keluar masuknya uang perusahaan. “Selasa ini sudah dilakukan pemeriksaan pada pihak bank BRI sebagai saksi. Bank BRI ini merupakan bank yang digunakan untuk transaksi,” tutupnya. (m4/b/ags)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top