Keluarga Berharap Korban Segera Dibebaskan – FAJAR Sultra
News

Keluarga Berharap Korban Segera Dibebaskan

WAKATOBI, RSONLINE – Keluarga dua korban penculikan bersenjata asal Wakatobi, berharap agar pemerintah Pusat maupun Pemda setempat, segera melakukan upaya pembebasan kedua korban dalam keadaan selamat. Mereka meminta agar dua korban bisa kembali berkumpul dengan keluarga.

Dua warga asal Wakatobi tersebut bernama La Hadi Bin La Idi (50) warga Keluarahan Mandati 3 Wangiwangi Selatan, dan La Utu Bin Ra Ali warga Desa Balasuna Selatan, Kaledupa.

Keduanya kini diketahui berdomisili di Sandakan Sabah Malaysia bersama keluarganya, dan sama-sama sudah hampir 10 tahun bekerja sebagai nelayan diperusahaan udang milik salah seorang pengusaha berkewarganegaraan Cina bernama Alusi.

“La Hadi Bin La Idi tinggal bersama istri Nayati dan 6 orang anaknya (4 perempuan, 2 laki-laki). Ia merupakan anak ke 4 dari 5 bersaudara (2 perempuan, 3 laki-laki). Ayahnya sudah meninggal dunia, sedangkan ibunya Wa Arima masih hidup, dan berdomisili di Lingkungan Jabal Rahman Kelurahan Mandati III Kecamatan Wangsel,” kata Kapolres Wakatobi, AKBP Didik Supranoto, SIK kepada koran ini kemarin.

Sementara La Utu Bin Ra Ali memiliki seorang istri Wa Suriani bin La Saura, dan dikarunia dua orang anak perempuan, anak pertama La Utu tinggal di Kendari dan anak kedua tinggal di Malaysia.

“La Utu sendiri tinggal di Malaysia tepatnya di Sandakan Sabah bersama istri dan seorang anaknya. Ia merupakan anak pertama dari 4 bersaudara (2 laki-laki dan 2 perempuan),” sebutnya.
La Hadi sendiri terakhir kali pulang ke Wakatobi saat hari raya Idul fitri 2014 lalu. Sementara La Utu, pernah sekali pulang dengan maksud menyekolahkan anaknya di Wakatobi.

Keluarga kedua korban mendapatkan kabar penculikan dari kerabat mereka yang tinggal di Malaysia. ” Anaknya La Utu bernama Wa Gagu mengetahui kalau bapaknya diculik, setelah ditelepon ibunya empat jam setelah penculikan terjadi,” tambahnya.

Sementara itu, La Ali adik La Hadi saat wartawan koran menyambangi kediamannya di kelurahan Mandati 3, Selasa (8/11/2016) menjelaskan, dirinya mengetahui informasi tersebut dari istri korban.

Sebelumnya juga keluarga dihubungi melalui via telepon dari nomor telpon korban, namun yang bicara saat itu bukan korban, akan tetapi seseorang yang mengaku berasal dari Bugis Bone, dan lokasi penelepon saat itu mengaku berada di Felda (daerah sekitar Malaysia).

Sejauh ini belum ada pihak pemerintah yang mengunjungi keluarga korban, namun pihak keluarga berharap ada upaya pembebasan keduanya, sehingga bisa selamat dan kembali berkumpul bersama keluarga.

“Kami atas nama keluarga sangat berharap, baik kepada pemerintah pusat maupun Pemda, agar segera mengupayakan pembebasan terhadap korban,” harap La Ali. (p14/b/ags)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top