Pendapatan Pemprov Harus Realistis – FAJAR Sultra
News

Pendapatan Pemprov Harus Realistis

saleh-lasata

KENDARI, RSONLINE – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan penekanan kepada Pemprov Sultra agar realistis dalam pengelolaan anggaran. Khsusunya pada perkiraaan pendapatan yang direncanakan dalam APBD 2017, sehingga tidak menjadi piutang ditahun berikutnya.

Wakil Gubernur Sultra, HM Saleh Lasata menekankan kepada semua kepala SKPD agar memberikan perhatian lebih terhadap program. Mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan evaluasi. Terlebih khusus pada pola rencana pendapatan dimasing-masing instansi.

HM Saleh Lasata

“Jadi memang pengelolaan anggara harus transparan dan akuntabel. Makanya harus realistis dalam program anggaran, terutama dalam perencanaan pendapatan,” tegas mantan Ketua DPRD Sultra, belum lama ini.

Terpisah, Kepala Bappeda Sultra Dr Nasir Andi Baso mengaskan berdasarkan hasil evaluasi Kemendagri, pemerintah daerah diminta agar lebih realistis dalam memperkirakan rencana belanja anggaran dan pendapatan daerah.

Meskipun, sebelumnya Pemprov Sultra telah melakukan pengelolaan keuangan daerah dengan baik. Buktinya, mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian secara berturut-turut sejak tita tahun terakhir.

“Jadi memang kita diminta agar terus berhati-hati dalam pengelolaan anggaran, terutama pengelolaan keuangan daerah. Terkhusus dalam menyusun rencana atau perkiraan pendapatan daerah agar lebih bijaksana dan lebih realistis,” jelas mantan Pj Bupati Buton Utara itu.

Selain itu, pemerintah daerah juga diimbau agar lebih baik dalam melakukan serapan anggaran. Makanya, serapan anggaran harus jadi perhatian semua pimpinan SKPD, pada APBD perubahan yang menjadi kewenangannya masing-masing hingga akhir tahun anggaran. Sehingga, serapan anggaran dari tahun ke tahun lebih efektif dan bisa mencapai target rencana pembangunan jangka menengan daerah (RPJMD).

“Memang serapan anggaran penting jadi perhatian bersama. Jadi memang kepala SKPD harus lebih baik melakukan serapan anggaran hingga akhir tahun,” tegasnya.
Diketahui dalam penetapan APBD, Pemprov dan DPRD Sultra menyepakati, pendapatan 2016 turun dibandingkan 2015 sebanyak Rp 2,6 triliun turun sekitar Rp 167 miliar. Total pendapatan setelah perubahan Rp 2,4 triliun.

Untuk belanja, diperkirakan mengalami penambahan dibandingkan sebelumnya. Yakni, belanja sekitar Rp 2,7 triliun bertambah Rp 54 miliar. Jumlah belanja setelah perubahan, menjadi Rp 2,8 triliun. Defisit kurang lebih sebesar Rp 349 miliar.

Penerimaan, semula Rp 232 miliar. Bertambah Rp 218 miliar. Jumlah penerimaan setelah perubahan Rp 480 miliar. Pengeluaran, semula Rp 104 miliar dan berkurang sekitar Rp 3,2 miliar. Jumlah pengeluaran setelah perubahan sekitar Rp 101 miliar. (r3/b/put)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top