Siswa SMK Dianiaya, Polisi Belum Menangkap Pelaku – FAJAR Sultra
News

Siswa SMK Dianiaya, Polisi Belum Menangkap Pelaku

KENDARI, RSONLINE – Naas kondisi dialami Ichal (17), Siswa SMK Pelayaran Nambo. Sampai sekarang, Selasa (8/11) harus menahan sakitnya luka di pelipis mata akibat pukulan balok kayu, yang didaratkan di wajahnya beberapa waktu lalu.

Karena luka dialami korban, ia pun sempat dilarikan ke RSUD Kota Kendari guna mendapatkan pertolongan pertama. Akibat luka cukup serius, maka korban pun harus dirujuk ke Rumah Sakit Bahteramas, disana Ichal mendapatkan perawatan intensif selama tiga hari serta jahitan.

Saat ini korban sementara terbaring di kediman orang tuanya, dan kondisnya belum pulih sepenuhnya.

Kejadian ini bermula ketika Ichal bersama dua rekanya Muh Amin (23) dan Herman (16), pulang dari arah Eks MTQ menuju rumahnya di Kelurahan Tobimeita, Kecamatan Abeli, Kota Kendari.
Setibanya di depan Puskesmas Abeli, Kelurahan Abeli, dirinya didatangi sejumlah orang memegang balok dengan pakaian serba hitam, yang kemudian menghadang mereka dan lansung melayangkan pukulan tepat di wajahnya.

“Kami lansung tersungkur jatuh dari motor, karena saya yang pegang setir. Mereka lansung keroyok saya, sedangkan, Amin (rekannya,red), tidak diapa-apakan hanya motornya ditinggal, sehingga rusak berat akibat ulah pelaku,” terangnya saat di temui media ini di rumahnya, Selasa (8/11).

Sementara Herman (rekannya yang lain,red) berhasil lolos dari pengeroyokan dan melarikan diri menuju rumahnya di Tobimeita.

“Kami berhasil selamat karena Amin sudah berteriak meminta pertolongan dari warga sekitar,” katanya.

Saat dikonfirmasi, Waode Lili sebagai Ibunda korban mengungkapkan bahwa dirinya sempat shok mendengar anaknya menjadi korban pengeroyokan. Mendengar informasi bahwa anakanya telah menjadi korban penganiayaan, dirinya lansung ke TKP.

“Kami bawa ke RSUD Kota Kendari untuk mendapatkan pertolongan pertama, namun sayang anaku harus dirujuk ke Rumah Sakit Bahteramas, disanalah dia mendapatkan perawatan intensif selama tiga hari,” ungkap Waode Lili.

Akibat luka di wajahnya, Ichal belum bisa masuk sekolah.

“Mata kirinya setengah mati untuk melihat serta kondisi pipinya yang luka memar,” kesalnya.

Ibunda korban juga merasa kecewa dengan tindakan Kepolisian yang saat ini seolah-olah diam, tidak bergerak cepat untuk mengungkap para pelaku yang telah menganiaya Ichal.

“Bukan cuma kali ini saja pihak polisi tidak serius menangani kasus yang terjadi bagi warga Tobimeita ini. Kami kecewa kasus ini sudah berjalan 8 hari tapi belum ada yang ditangkap pelakunya,” rasa kecewa Ibunda korban.

Pihak keluarga tidak hanya Ibunda korban kakak korban juga menginginkan agar pihak Polsek Abeli , menangkap pelaku secepatnya. “Jangan ada tumpang tindi dalam penanganan kasus,” kesalnya.

Di tempat terpisah Kasat Reskrim Polsek Abeli, Kasman SH membenarkan adanya kejadian pengeroyokan ini, hanya saja disayangkan pelakunya belum teridentifikasi.
“Kami kesulitan mengidentifikasi para pelaku, karena pihak korban melapor satu hari pasca kejadian,” tutur polisi berpangkat AIPTU ini.
Dirinya menerangkan menurut keterangan korban pelaku berjumlah kisaran 20 orang, hanya saja tidak ada yang dikenali biar satu orang, karena kondisinya agak gelap, dirinya juga mengeluhkan siapa yang akan dijadikan saksi pada perkara ini.

Sejauh ini pihaknya terus mendalami kasus tersebut.

“Hanya saja kami juga meminta pihak korban untuk kooperatif dan bersabar. Korban yang melapor terkait ini sebanyak dua orang, untuk korban yang bernama Herman belum bisa dimintai keterangan sampai hari ini,” harapnya. (p12/b/put)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top