Ini Alasan Mendikbud Terapkan 40 Jam di Sekolah – FAJAR Sultra
News

Ini Alasan Mendikbud Terapkan 40 Jam di Sekolah

JAKARTA, RSONLINE – Mulai tahun depan pemerintah akan menerapkan penguatan pendidikan karakter di tingkat SD dan SMP.

Konsekuensinya, baik siswa maupun guru akan lebih lama di sekolah.

“Siswa dan guru setiap harinya delapan jam berada di sekolah. Namun, bukan berarti delapan jam ‎itu tatap muka di kelas. Sebagian besar jam belajar dihabiskan di luar kelas,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, Selasa (8/11).

Kemendikbud mengatur regulasi guru dan siswa 40 jam di sekolah seminggu yang rencananya diterapkan 2017.

Dalam pendidikan karakter, guru harus mendampingi siswa delapan jam selama lima hari.

Dengan demikian, 40 jam waktu siswa dan guru dihabiskan di sekolah.

Menurut Muhadjir, waktu tersebut akan terasa kurang bila guru sudah mendapatkan metode pembelajaran yang pas untuk anak didiknya.

Terutama agar bisa membuat anak tidak cepat bosan dan justru betah.

“Saya yakin, kalau metodenya pas, anak-anak akan lebih suka di sekolah. Itu sebabnya tidak ada lagi PR di rumah karena sudah dikerjakan di sekolah. Sabtu dan Minggu, sekolah diliburkan. Selain itu pendidikan ekstrakurikuler dan intrakurikuler posisinya sama-sama penting,” terangnya.

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini membantah bila hak-hak siswa dan guru dirampas karena waktu bersama keluarga lebih sedikit.

“Ya tidak berkurang. Anak-anak dan guru-guru bisa full bersama keluarganya di hari Sabtu dan Minggu. Itu sebabnya, tidak boleh ada PR atau lainnya agar dua hari libur itu bisa dimaksimalkan,” tandasnya‎.

Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) tidak mempermasalahkan penambahan jam kerja guru di sekolah.

Mereka menerima jika jam kerja menjadi 40 jam, dengan catatan, pengaturan tugas dan kewajiban guru harus jelas.
“Kalau PGRI tidak mempersoalkan jam kerja 40 jam di sekolah. Delapan jam sehari dalam lima hari‎,” kata Plt Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi, Rabu (9/11).

Dia‎ mengungkapkan, bila guru diwajibkan kerja 40 jam, pengaturan tugas dan kewajiban guru harus diatur jelas.
Karena guru tidak hanya mengajar tapi juga mengerjakan tugas administrasi.
“Kalau harus mendampingi siswa terus, tugas administrasinya bagaimana. Ini harus diatur jelas biar tugas dan kewajiban guru bisa sejalan,” tandasnya. (jn)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top