Ir Asrun Jawab Masalah Lalu Lintas di Masa Depan – Hacked by TryDee
News

Ir Asrun Jawab Masalah Lalu Lintas di Masa Depan

KENDARI, RSONLINE – Salah satu alasan pembangunan outer ring road Kendari adalah untuk mengatasi masalah kemacetan lalu lintas di masa depan. Hal ini diungkapkan Wali Kota Kendari, Dr Ir Asrun MEng Sc, beberapa waktu lalu.

“Kita bangun Outer Ring Road ini manfaat lebihnya akan dirasakan pada 10 hingga 100 tahun ke depan,” ungkapnya.

Wali Kota Kendari, Dr Ir H Asrun MEng Sc saat perintisan pertama kali jalur lingkar luar Kota Kendari.

Ir Asrun menyadari, kemajuan kota pada berbagai sektor sudah pasti akan berkonsekuensi pada peningkatan volume kendaraan.

Peningkatan kendaraan, lanjutnya, baik kendaraan umum maupun kendaraan pribadi, akan mengakibatkan pemadatan kendaraan pada ruas jalan. Hal ini membuat beban jaringan jalan menjadi semakin sempit dibanding volume kendaraan karena rute menuju satu tempat menjadi terbatas.

“Kita buat pemecah lalu lintasnya. Kita ambil contoh Jakarta itu terlambat dipikirkan masalah lalu lintasnya. Mestinya 40 tahun lalu sudah harus dilakukan rekayasa jaringan jalan,” katanya.

Kota Kendari gejala seperti ini sudah mulai terlihat, seperti jalur Pasar Wuawua dari arah Kendari Beach. Pada sore hari menjelang malam kendaraan sanggat padat. Kemudian jalan Saranani pada waktu-waktu tertentu sangat padat dilalui oleh kendaraan, karena kendaraan yang tidak teratur. Angkutan Kota, kendaraan milik pribadi dan sejumlah truk kontainer juga melintas jalan tersebut.

Outer ring road Kendari berjarak kurang lebih 38 kilometer. Proyek jalan ini yang dikerjakan sejak tahun 2014 silam. Jalur outer ring road dimulai dari Kelurahan Abeli Dalam menuju gerbang perbatasan Kendari-Konawe Selatan, lalu ke Nangananga dan berakhir di Pelabuham Bungkutoko. Jalan ini, juga terhubung langsung dengan terminal Tipe A Baruga, yang akan menjadi penampung kendaraan umum dari luar Kota Kendari.

Selain pemecah lalu lintas, Outer Ring Road Kendari juga digagas untuk beberapa fungsi antara lain upaya memperpendek jarak tempuh transportasi dalam kota dan keluar kota Kendari. Selanjutnya, merupakan jarur utama kendaraan bertonase besar dan bus antar kota baik dalam Provinsi Sultra maupun luar di Sultra agar tidak melintas dalam kota.

“Jadi dalam kota nantinya tidak bercampur lagi dengan kendaraan pengangkut barang atau kendaraan dari luar daerah,” tutupnya. (*/b)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top