Lurah Puundoho Mengaku tak Pernah Pungli – FAJAR Sultra
News

Lurah Puundoho Mengaku tak Pernah Pungli

Bantahan Lurah atas Tuduhan Warga

KOLAKAPOS, Kolaka–Terkait adanya aspirasi warga Kelurahan Puundoho Kecamatan Baula yang meminta agar Kepala Kelurahan Puundoho yang dijabat oleh Ridwan, SE segera dicopot karena dianggap tidak becus, ada dugaan pungli dan semena-mena mendapat klarifikasi Kepala Kelurahan Puundoho bahwa tudingan tersebut tidak benar.
Kepada Kolaka Pos, Lurah Puundoho , Ridwan SE mengatakan tidak benar dirinya menyampaikan di forum Kabupaten di hadapan Kapolda bahwa di Puundoho hampir semua pemuda-pemudanya suka minum-minum di Dekker dan mengganggu keamanan kampung seperti yang diadukan warga. Ridwan menyampaikan bahwa hal tersebut salah kaprah dan tidak benar.
“Dihadapan Kapolda waktu itu pertama saya meminta agar Polsek di kecamatan Baula dibangunkan, itu permintaan saya, kemudian pertanyaan saya lagi kepada Kapolda waktu itu begini, Kapolda yang kami hormati bahwa khususnya di Sulawesi Tenggara itu pak yang saya lihat dulu itu orang Miras hanya di rumah, sekarang tidak malu-malu lagi karena sekarng banyak dilakukaan di luar rumah, nah yang saya tanya bagaimana tindakan kepolisan tindakan preventifnya mengenai hal itu. Jadi saya tidak menyebutkan nama dan tempat dimana lokasinya, jadi tidak benar saya katakan bahwa orang-orang Puundoho melakukan hal-hal begitu, mana mungkin saya melaporkan hal-hal begitu dihadapan Kapolda apalagi ini dialog,” jelas Ridwan.
Lalu Ridwan juga mengklarifikasi bahwa dirinya tidak pernah melakukan pungli dalam pembuatan surat keterangan kebakaran. “Kedua, terkait pungli, saya jelaskan bahwa Surat Keterangan Kebakaran itu yang mengesahkan adalah kepolisian, bukan saya yang sahkan, jadi dimana saya punglinya, tentang pungli alurnya begini, semua surat permintaan warga itu staf saya dulu yang tangani, saya jarang sekali ketemu langsung dengan warga, jadi punglinya dimana? Dan tidak pernah saya cantumkan pembayarannya berapa, jadi tidak benar itu,” jelas Lurah Puundoho.
Lalu terkait dugaan pungli surat keterangan Kematian, Ridwan kembali mengklarifikasi bahwa hal tersebut tidak benar. “Surat Keterangan Kematian juga melalui staf saya awalnya, saya tinggal tanda tangan, kalau mengenai adanya pembayaranan itu mungkin saja ada sebagai manusia biasa, tapi itu barang harus ditelusuri dulu, mungkin pernah ada warga yang membayar, tapi saya tidak tau siapa, dan saya mau katakan saya bukanlah orang yang paling suci, kekurangan ada tetap ada,” jelasnya lagi.
Lalu terkait soal pemecatan dua staf honorernya, Ridwan mengatakan bahwa tidak benar dirinya melakukan pemecatan, bahkan hingga saat ini mereka masih berkantor. “Staf saya masih ada, saya tidak pecat, hanya memang pernah saya mau masuk kantor, tetapi ada staf saya bawa kunci dan tidak datang, saya telepon tidak aktif, soalnya waktu itu kita mau rapat, sehingga saya katakan sama mereka kalau tidak mau masuk kantor nda usah tapi tolong jangan bawa kunci kantor, itu saja,” jelas Ridwan.
Dirinya juga menyampaikan bahwa terkait pemberitaan negatif mengenai dirinya, sangat membuatnya tertekan, sehingga dia meminta warganya jika punya masalah untuk menemuinya daripada melakukan demonstrasi.
Sementara itu, tiga warga perwakilan warga Puudoho yang melakukan aksi protes terhadap Lurahnya tersebut dimintai keteranggannya oleh BKD Kolaka terkait aspirasi mereka. Usai bertemu dengan Kepala BKD, warga mengatakan bahwa mereka tetap ngotot agar Lurah mereka dicopot dari jabatannya.
“BKD mau klarifikasi, dan Kami ceritakan dihadapan Kepala BKD semuanya, dan kalau tidak percaya silahkan temui langsung yang sudah menjadi dugaan korban pungli, siap bersaksi kok, bahkan yang saya sudah temui tadi yang membayar itu, katakan pak lurah itu katanya sudah datang duluan menemuinya dan menyampaikan kalau ada yang tanya bilang bahwa pak Lurah hanya pinjam uangnya, jadi kami tetap pada prinsip agar pak lurah diganti atau dicopot saja,”tutur Sumardin.
Warga juga menyampaikan akan membuat surat pengaduan tertulis dan menembuskannya kepada DPRD Kolaka. Bahkan mereka mengancam akan melakukan aksi pendudukan dan penyegelan kantor Lurah jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. “Tadi BKD juga minta surat pengaduan tertulis, akan kami buat dan juga tembuskan kepaa DPRD nanti, dan kalau tidak diganti, kami warga akan melakukan aksi lagi, duduki dan segel kantor lurah,” tegas Sumardin. (cr4/b/hen)

Klik di sini untuk Balas atau Teruskan

Kolaka Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top