Mantan Kepala BPM Baubau Dijebloskan ke Jeruji Besi – FAJAR Sultra
News

Mantan Kepala BPM Baubau Dijebloskan ke Jeruji Besi

BUTONPOS, BAUBAU–Akhirnya mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Baubau, La Ode Sarfah harus tidur di balik jeruji besi. La Ode Sarfah terbelit kasus dugaan tindak pidana korupsi dana Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK) APBD 2014.

Kapolres Baubau, AKBP Suryo Aji SIk melalui Kasat Reskrim, AKP Diki Kurniawan SIk mengatakan, La Ode Sarfah ditahan sejak Senin (7/11). Untuk masa penahannan pertama, pihaknya memiliki kewenangan 20 hari untuk menahan tersangka.

“Tersangka sudah kita lakukan penahanan mulai tanggal 7,” ungkap Diki dalam press rilisnya di gedung Humas Polres Baubau, Selasa (8/11).

Mantan Kasat Reskrim Polres Buton ini menjelaskan, La Ode Sarfah ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dana PPMK APBD Kota Baubau 2014 lalu. Pengusutan kasus ini sudah mulai dilalukan sejak 24 Juli 2015 lalu.

Diki menyebutkan, pihaknya juga sudah memeriksa saksi sebanyak 152 orang. Saksi tersebut diantaranya terdiri dari lurah se-Kota Baubau, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) se-Kota Baubau, fasilitator kelurahan, staf BPM, pihak ketiga, dan beberapa saksi ahli.

“Kronologisnya pada tahun 2014 telah terjadi dugaan tindak pidana korupsi berupa penyalahgunaan jabatan dan wewenang dana bantuan PPMK APBD Kota Baubau yang diduga dilakukan oleh saudara inisial S,” terang perwira tiga balak ini.

Ia menguraikan, hasil penyidikan ditemukan kejanggalan pengelolaan dana PPMK yang dilakukan La Ode Sarfah yang kala itu menjabat Kepala BPM Kota Baubau. Dimana dalam mengelola dana PPMK dengan total anggaran Rp 1,72 miliar itu, tersangka tidak merujuk kepada petunjuk teknis (Juknis) operasional.

“Dimana Kepala BPM Kota Baubau mengelola sendiri anggaran PPMK dengan melakukan pembelanjaan langsung, kemudian menyalurkan ke setiap kantor kelurahan se-Kota Baubau tanpa melibatkan fasilitator kelurahan,” ujarnya.

Menurutnya, seharusnya dana tersebut disalurkan langsung ke rekening 43 LPM atau kelurahan se-Kota Baubau dengan nilai anggaran Rp 40 juta per kelurahan.

Atas tindakannya, kerugian yang ditimbulkan berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan (BPKP) Sultra, Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) mencapai Rp 605.294.250.

Ia menegaskan, pihaknya sudah mengamankan barang bukti antara lain proposal usulan kegiatan PPMK, dokumen Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) kelurahan se-Kota Baubau, dokumen LPJ Sistem Adminsitrasi, dan Informasi Kelurahan (SAIK).

Tersangka dijerat pasal 2, 3, 8, dan 9 Undang-Undang nomor 20/2001 perubahan atas Undang-Undang nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

Ia menambahkan, saat ini perkembangan proses penyidikan, pihaknya sudah melimpahkan berkas perkara kasus ini ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau atau tahap satu untuk diperiksa jaksa peneliti.

“Tinggal keputusan jaksa, apakah dinyatakan lengkap atau tidak. Kalau memang dinyatakan lengkap oleh jaksa secepatnya kita lakukan tahap II, penyerahan barang bukti dan tersangka,” tukasnya. (exa/m4)

Diduga Korupsi Dana PPMK
Yang Bersumber dari APBD Kota Baubau 2014

– Total Anggaran Rp 1,72 miliar
– Kerugian Negara Sebesar Rp 605.294.250
– Dana ini disalurkan ke seluruh kelurahan di Kota Baubau
– Setiap kelurahan mendapat jatah Rp 40 juta
– Dana ini semestinya disalurkan ke rekening 43 LPM
– Namun oleh BPM hanya menyalurkan dalam bentuk barang
– Untuk membuktikan itu, polisi sudah memeriksa 152 saksi

Buton Pos

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top