Hari Pahlawan, Mahasiswa Demo Usut Kasus Paket 9 dan Islamic Center Kotamara – Fajar Sultra
News

Hari Pahlawan, Mahasiswa Demo Usut Kasus Paket 9 dan Islamic Center Kotamara

BUTONPOS.COM, BAUBAU–Tepat peringatan hari pahlawan yang jatuh pada 10 November, puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Baubau menggelar unjuk rasa di dua instansi penegak hukum. Mereka menuntut penuntasan kasus-kasus dugaan korupsi yang melibatkan pejabat daerah.

Kasus-kasus dugaan korupsi yang disinggung demonstran diantaranya reklamasi pantai Wameo atau dikenal dengan istilah paket 9, Islamic Center Kotamara dan Pungutan Liar (Pungli) di jembatan batu.

Memulai aksinya, massa mendatangi Mapolres Baubau untuk mendengar penjelasan langsung Kapolres Baubau soal penanganan kasus korupsi. Namun sayang, mahasiswa mengaku tidak ditemui Kapolres.

Tidak mendapatkan penjelasan Kapolres, massa kemudian bergerak ke kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau. Didepan Kejari, massa yang membakar ban bekas sempat adu mulut dengan aparat kepolisian yang mengawal jalannnya aksi. Sontak, keramaian itu menarik perhatian warga di sekitar dan pelajar yang baru pulang sekolah.

Dalam orasinya, mahasiswa menduga penegak hukum telah “masuk angin” dalam mengusut kasus dugaan korupsi yang melibatkan pejabat. Mereka juga sempat berharap media ikut memainkan peran dalam proses penegakkan hukum kasus korupsi tersebut.

“Kami mendapatkan informasi penyidik telah masuk angin, ada kongkalikong dalam menangani kasus. Mudah-mudahan media tidak seperti itu. Kita harap media bisa mengawal kasus-kasus korupsi,” teriak salah seorang demonstran.

Setelah puas berorasi, demonstran kemudian dipersilahkan masuk di halaman gedung Kejari Baubau. Massa aksi diterima langsung Kasi Intel Kejari Baubau, Ruslan.

Di hadapan massa, Ruslan menegaskan, pihaknya tidak bermain-main apalagi “masuk angin” dalam mengusut kasus dugaan Pungli jembatan batu. Saat ini proses penyidikannya masih terus berlangsung.

“Insa Allah kasus ini selesai, percayakan saja kepada kami. Kami masih menyusun berkas perkara selengkap-lengkapnya. Kita tidak mau melempar kasus ini ke pengadilan sebelum memiliki berkas yang matang,” tandasnya.

Sementara itu, kata Ruslan, pihaknya tidak bisa memberikan penjelasan jauh soal kasus paket 9 dan Islamic Center. Dalam kasus ini, pihaknya hanya sebatas dalam kapasitas jaksa peneliti dan jaksa penuntut. “Islamic Center dan paket 9, itu bukan kewenangan kami dalam penyidikannya. Kalau mau tanyakan kasus ini, silahkan tanyakan ke Polres,” ujarnya.(exa)

Buton Pos

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top