Lukman Abunawas Pimpin Ikatan Cendekia Keraton Nusantara – Fajar Sultra
News

Lukman Abunawas Pimpin Ikatan Cendekia Keraton Nusantara

KENDARIPOS.CO.ID KENDARI- Ketokohan DR.Lukman Abunawas SH, MH di Sulawesi Tenggara (Sultra) tak diragukan lagi. Pernah menduduki jabatan birokrasi dari level bawah yang kemudian mengantarkannya menjadi bupati Konawe 2 periode hingga merambah ranah politik, adalah sederet buktinya.

Kali ini, dia pun dipercaya menjadi bagian dari keluarga Ikatan Cendekiawan Keraton Nusantara (ICKN) Sultra. Tak main-main, karena dia didapuk menjadi Eksekutif presidium ICKM Sultra. Pengukuhan Lukman Abunawas akan dilaksanakan 24 November 2016, di aula rumah adat Mekongga di Kabupaten Kolaka.

“Acara ini kerjasama dinas pariwisata Kolaka, dimana kadis Pariwisata Kolaka, Hasmito Dachlan SH, M.Si sebagai ketua panitia yang juga Pangeran Petumbuano Wonua Mekongga. Nantinya pengukuhan dirangkaikan kegiatan ilmiah seminar nasional,” kata Sekretaris Presidium ICKN Sultra, DR.Ruliah SH, MH, kemarin.

Penunjukan Lukman Abunawas sebagai eksekutif presidium bukan tanpa alasan. Menurut dosen fakultas hukum UHO itu, Lukman memiliki sisi sebagai seorang cendekia yang juga mempunyai garis keturunan darah biru. Selain sebagai mantan bupati dan Sekda provinsi, Lukman diketahui memimpin organisasi di masyarakat sebagai ketua lembaga Adat Tolaki (LAT) Sultra. Jabatan strategis itulah yang menjadikan suami dari Hj. Yati Lukman tersebut, sebagai eksekutif presidium.

“Kami dari pengurus, menganggap beliau pantas memimpin organisasi ini. Mudah-mudahan dengan amanah ini, ICKN bisa tumbuh di Sultra,” ujarnya.

Lebih lanjut, perempuan yang mengangkat judul disertasi “hukum adat Kalosara pada suku Tolaki” itu, menjelaskan, Sultra adalah provinsi ke-9 yang akan terbentuk kepengurusannya, setelah ICKN Jakarta, Palembang, Palu dan Papua serta 4 daerah lain di Indonesia. Di Sultra sendiri, akan dikukuhkan 4 kepengurusan ICKN di kabupaten yakni Kolaka, Konawe, Koltim dan Konut.

Selain mengukuhkan kepengurusan ICKN Sultra dan kabupaten, akan ada pula seminar nasional dengan tema “Menggagas peran sektor tambang dalam melestarikan budaya berbasis kearifan lokal”. Mengapa sektor tambang? Karena menurut Ruliah, Kolaka merupakan daerah tambang. Diharapkan, para pelaku tambang dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam melestarikan budaya, melalui pembangunan rumah adat dan kegiatan lain yang berhubungan dengan adat istiadat dan kearifan lokal.

Pengukuhan tersebut akan menghadirkan pembicara, eksekutif presidium ICKN pusat, Prof DR.H.Muhammad Asdar SE, M.Si, presidium ICKM Sulsel dan pakar hukum adat, Prof. DR.H.Aminuddin Salle SH, MH serta pakar hukum lingkungan dan tambang yang juga Dekan Fakultas Hukum UHO, Prof.DR.H. Muhammad Jufri Dewa SH, MH. Dihadiri pula Sultan Palembang yang merupakan ketua umum yayasan raja dan sultan. (Indri)

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top