Waspada Angin Baratan Menerjang! – FAJAR Sultra
News

Waspada Angin Baratan Menerjang!

ANGINGGGGGGGG

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID,KENDARI—Wilayah Sultra telah memasuki peralihan musim. Itu ditandai dengan adanya pola perubahan pergerakan angin. Bila sebelumnya, tiupan angin bergerak dari arah timur, maka pada November ini, arah angin berasal dari barat (angin baratan). Bagi nelayan dan operator pelayaran, angin barat patut diwaspadai. Pasalnya, ini memicu cuaca ekstrem. Angin kencang menyebabkan tinggi gelombang. Pada momen tertentu, ketinggian gelombang bisa di atas 5 meter.

Kasie Observasi dan Informasi Stasion Metereologi Maritim Kendari, Aris Yunatas mengimbau masyarakat untuk waspada fenomena tersebut. Katanya, gelombang tinggi dan cuaca buruk mengancam keselamatan aktivitas pelayaran. Berdasarkan pengamatan, periode angin baratan akan terjadi mulai bulan November hingga Februari mendatang. Namun pola cuaca ekstrem diprediksi baru akan mencapai puncaknya pada bulan Januari.

“Angin baratan mulai melanda perairan di Sultra. Biasanya, wilayah ini sering terjadi badai ekstrim yang memicu ketinggian gelombang. Daerah yang berpotensi sewaktu-waktu memicu gelombang seperti perairan menuju Buton Utara, Wakatobi, Teluk Bone maupun yang menuju Sulawesi Tengah,” kata Aris Yunatas, Minggu (13/11).

Gelombang dan tiupan angin di perairan laut Sultra pada musim baratan katanya, terkadang sulit ditebak. Kondisi cuaca kerap berubah seketika sehingga sangat membahayakan keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal berbobot kecil. Apalagi kecepatan angin bertiup berkisar antara 10 hingga 35 kilometer perjam. Sementara armada yang beroperasi di Sultra sebagian besar berbobot kecil, terlebih kapal nelayan tradisional.

Namun bukan berarti, cuaca pada musim angin baratan ini akan terus ekstrem. Pada waktu-waktu tertentu cuaca cenderung bersahabat. Tapi untuk mengurangi resiko musibah, aktivitas pelayaran harus mematuhi unsur-unsur keselamatan. Termasuk memantau prediksi cuaca dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Untuk memberikan informasi terkini, pihaknya akan menyampaikan update data rilis cuaca setiap saat.

“Pada musim baratan, kondisi ombak kerap berubah-ubah. Terkadang dua hari gelombang tinggi, selanjutnya normal kembali. Begitu yang terjadi seterusnya hingga musim ini berakhir. Makanya, hal ini bisa diantisipasi. Bagi nelayan tradisional masih bisa melaut. Kalau cuaca buruk, jarak jangan terlalu jauh,” kata pria ramah itu.

Berdasarkan prediksi BMKG, gelombang disejumlah perairan berkisar antara 1 sampai 2,5 meter. Bagi penggiat pelayaran, tinggi gelombang masih dianggap aman. Tapi bagi perahu kecil tetap berbahaya. Namun pola ini bisa berubah. (Amal)

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top