Empat Daerah di Sultra ini Rawan Bencana – Hacked by TryDee
News

Empat Daerah di Sultra ini Rawan Bencana

Peta Sultra

KENDARIPOS.CO.ID,KENDARI—Memasuki bulan November, wilayah Sultra telah memasuki musim peralihan. Umumnya musim peralihan, cuaca cenderung ekstrem. Intensitas hujan meningkat yang disertai angin kencang dan ancaman petir. Untuk itulah, warga diminta lebih waspada. Pasalnya, peningkatan curah hujan di atas normal bisa menyebabkan bencana banjir, tanah longsor dan genangan air.

Berdasarkan hasil pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sultra, ada empat daerah dikategorikan rawan bencana banjir. Sebagian besar adalah wilayah pesisir seperti Konawe Utara, Kolaka Utara, Bombana dan Konawe Selatan. Sementara Kendari dan Konawe hanya terkena imbas dari daerah tetangga.

“Kami sudah siap. Makanya, tim yang kami miliki sudah stand by jika diperlukan. Bila dibutuhkan, tim akan turun ke lokasi. Apalagi kami telah menyusun langkah-langkah mengantisipasi bencana. Meskipun hanya empat daerah yang kami petakan rawan bencana banjir, namun kami tetap konsen di daerah lain,” kata Boy Ihwansyah, Kepala BPBD Sultra, Senin (14/11).

Dalam proses pendeteksian bencana kata mantan Kabid Cipta Karya PU Sultra ini, pihaknya berkoordinasi dengan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Meskipun telah mendapat bantuan peralatan, namun belum bisa digunakan. Selain belum terpasang, BPBD masih kekurangan sumber daya manusia. Makanya, pihaknya akan fokus memberikan pelatihan pada staf pada tahun depan.

Meskipun masih menerima rilis dari BMKG, namun sejauh ini tidak ada kendala. Data yang dibutuhkan bisa diterima tepat waktu. Tidak hanya saat bencana, namun upaya mitigasi bencana. Makanya, posko penanggulangan bencana terus melakukan pemantuan. Mulai dari mengumpulkan data potensi bencana, merespon laporan masyarakat namun upaya mengantisipasi bencana. Makanya, koordinasi antar lembaga menjadi perhatian BPBD.

“Jadi setiap musibah, kami harus memberi suport baik dalam bentuk personil, peralatan, logistik dan dana. Meskipun keterbatasan anggaran, semuanya masih dalam koordinasi. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah memetakan daerah yang memiliki potensi terjadi bencana,” katanya.

Untuk menimalisir dampak bencana, pemerintah juga berkoordinasi dengan Basarnar, TNI-Polri dan instansi terkait lainnya. Melalui data yang dirilis BMKG sangat membantu pemerintah dalam mengidentifikasi daerah rawan banjir atau tanah longsor. Paling tidak informasi ini bisa diteruskan ke daerah sebagai bentuk peringatan. Dengan begitu, Pemda bisa lebih waspada. Sementara keterlibatan Basarnas dan TNI-Polri sangat membantu dalam mengevakuasi korban. Termasuk upaya lainya saat terjadi musibah.

Di tempat terpisah, Kasie Observasi dan Informasi Stasiun Metereologi Maritim Kendari, Aris Yunatas memprediksi cuaca di sebagian besar daerah di Sultra berpotensi diguyur hujan. Apalagi cuaca cenderung berawan. Hanya saja, intensitas hujannya relatif kecil. Namun ia mengimbau agar masyarakat tetap waspada. Sebab hujan yang turun berpotensi menimbulkan genangan air. Selain itu, hujan yang turun secara terus-menurus bisa mengakibatkan tanah longsor.
“Saya kira, masyarakat yang tinggal di kawasan-kawasan rawan banjir lebih waspada. Termasuk di daerah ketinggian. Hujan yang terjadi tak hanya menyebabkan musibah banjir namun juga tanah longsor,” imbau prakirawan cuaca ini. (amal)

Empat Daerah Rawan Bencana
-Sebagian Wilayah Pesisir :
Konawe Utara
Kolaka Utara
Bombana
Konawe Selatan

Dua Daerah Bias Bencana :
Kendari Konawe

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top