Staf KPU Ditemukan Membusuk – Fajar Sultra
News

Staf KPU Ditemukan Membusuk

♦ Penyebab Kematian Masih Kabur

KENDARI – Warga perumahan Permata Anawai Kelurahan Anawai Kecamatan Wuawua digegerkan penemuan mayat, Rabu (16/11). Mayat tersebut tidak lain adalah salah seorang staf bendahara sekaligus pengelola gaji pegawai Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sultra bernama Hidayat (51).

Jasad pria kelahiran Enano Kabaena Kabupaten Bombana itu, pertama kali ditemukan tetangganya yang tinggal berhadapan langsung dengan rumah korban di Blok E3 Nomor 8, Rabu (16/11) sekitar pukul 07.30 Wita. Kondisi korban ditemukan dalam keadaan membusuk dan dipenuhi ulat. Seluruh tubuh korban membengkak, kulit mengering, bagian kepala kehitaman dan tubuhnya memerah.

Mayat korban saat diangkat oleh Tim Identifikasi dari rumahnya.

Pantauan Rakyat Sultra di rumah berukuran type 46 itu, korban tinggal sendiri sejak tahun 2011. Sementara istri kedua korban bernama Riche (22) seorang perawat lebih memilih tinggal bersama kedua orang tuanya di Laonti, Kabupaten Konawe Selatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Rakyat Sultra, korban bersama istrinya hanya akur selama seminggu sejak menikah lima tahun lalu. Sejak cerai dengan istri pertamanya, korban sempat meminta istri keduanya untuk tinggal bersama di Perumahan Anawai Blok E Nomor tiga. Namun sang istri menolak.

Hari-hari korban hanya bergelut dengan seekor burung peliharaan. Sayangnya burung tersebut turut bersama majikannya, ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, pada waktu bersamaan dengan majikannya.

Korban ditemukan pertamakali Sri Maulaba, seorang mahasiswa Politeknik Kesehatan Kendari dan Azmil tetangga rumah korban.

Dikonfirmasi di tempat kejadian, Sri mengatakan, pada awalnya ia curiga selama satu Minggu korban tidak keluar rumah. Bahkan curiganya bertambah setelah rumah korban, sehari sebelum ditemukan meninggal korban sering didatangi oleh beberapa orang yang mengaku teman seprofesi korban di KPU untuk mengambil gaji.

“Ada temannya mengaku dari KPU datang ke rumah korban, tapi Rrumah itu dalam keadaan terkunci. Sehingga temannya itu langsung balik lagi,” terang Sri.

Ketika Sri dan Azmil hendak mencari tau keberadaan korban di rumah tersebut, Rabu (16/11) sekitar pukul 07.30 Wita, mereka sudah mencium bau menyengat. Namun bau itu berasal dari bangkai burung Nuri peliharaan korban. Anehnya, pintu rumah korban setelah dicek dalam keadaan terkunci.

“Kita gedor-gedor dan cek pintunya terkunci. Kita mau masuk tapi belum berani. Kami keliling rumah dan ke pintu dapur kami lihat posisi korban tergeletak didekat pintu kamar mandi. Dipinggangnya sudah dipenuhi ulat,” kata Sri, saat ditemui di TKP.

Kemudian Sri dan Azmil langsung melaporkan kejadian itu ke Lurah setempat dan Polres Kendari. Tidak lama berselang, petugas kepolisian mengamankan TKP.

Berdasarkan keterangan tetangganya, korban dikenal Jarang bergaul dan tertutup. “Ia hanya keluar rumah saat pulang kantor sore hari. Dan kita lihat itu hanya saat sore dan pagi, itupun hanya dia kasih makan burungnya. Dan membersihkan halaman rumahnya,” ujar Azmil.

Sepengetahuan warga, korban sementara berada dirumah keluarga untuk berobat karena sakit. Apalagi, dua pekan lalu, korban sempat ditemukan dalam posisi jatuh di sekitar rumahnya.

“Pernah dua Minggu lalu dia hendak beli obat di sekitar kompleks BTN-nya namun ia jatuh dan langsung ditolong sama warga sekitar,” kata Ketua RT Perumahan Anawai, Laode Ayub Aziz (40).

Dari keterangan Ketua RT, korban sebelumya tinggal bersama istrinya Riche (22), mahasiswa salah satu akademi keperawatan di Kendari. Namun keduanya kini telah berpisah. Belum lama ini, korban sempat mengeluh mengidap penyakit paru-paru kronis dan penyakit maag kepada tetangganya.

Korban diketahui terakhir kali masuk kantor oleh sejumlah rekannya di Sekretariat KPU Sultra, Senin pekan lalu. Saat itu korban dalam keadaan pucat.

Dulu, korban merupakan staf. Namun kini ia dipercaya untuk mengurus gaji pegawai KPU.

Rekan-rekan korban juga tidak menampik, sekitar dua bulan lalu korban pernah minta izin untuk berobat ke Rumah Sakit Angkatan Udara di Makassar. Ketika itu korban mengeluh mengalami penyakit lambung yang sudah dirasakan satu tahun terakhir.

Kapolres Kendari, AKBP Sigit Haryadi Sik mengatakan, saat dilakukan olah TKP, Satreskrim Polres Kendari menemukan korban meninggal dunia dengan posisi terlentang di pintu dapur. Ketika itu korban dalam keadaan telanjang serta sudah membusuk.

“Jenazah korban di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Sigit menegaskan, penyebab kematian korban belum diketahui dan masih menunggu hasil pemeriksaan autopsi tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kendari.

“Kita masih akan selidiki penyebab kematian korban, meskipun saat ini belum ditemukan tanda-tanda atau ciri-ciri ada kekerasan maupun bekas penganiayaan pada diri korban,” ujar Sigit Haryadi. (*/a)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top