Target Pendapatan Pemkot Baubau Menurun – Fajar Sultra
News

Target Pendapatan Pemkot Baubau Menurun

BUTONPOS.COM, BAUBAU–Dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017, Kota Baubau meproyeksikan pendapatan hanya Rp 799,09 miliar. Target tersebut turun 2,88 persen dibandingkan dengan tahun 2016 ini sebesar Rp 822,83 miliar, atau kurang Rp 23,73 miliar.

Sementara sektor belanja daerah diproyeksikan Rp 845,72 miliar. Terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp 427,19 miliar, dan belanja langsung sebesar Rp 418,52 miliar.

Belanja daerah tersebut lebih rendah dibandingkan alokasi belanja daerah pada perubahan APBD tahun anggaran 2016 sebesar Rp 987,94 miliar.

Wakil Walikota Baubau, Wa Ode Maasra Manarfa mengatakan penurunan pendapatan daerah ini disebabkan oleh pengurangan alokasi dana transfer dari Pemerintah Pusat.

“Utamanya pada Dana Alokasi Khusus (DAK) yang berkurang sebesar Rp 85,27 miliar. Dimana pada tahun anggaran 2016 dialokasikan sebesar Rp 235,23 miliar, tapi tahun 2017 menjadi Rp 150,99 miliar,” jelasnya, saat memberikan Pidato Pengantar Kepala Daerah tentang APBD Tahun 2017 di Kantor DPRD Baubau, kemarin.

Selain itu, lanjut politisi PBB itu, dana insentif daerah pada kelompok dana penyesuaian juga mengalami penurunan sebesar Rp 28,99 miliar. Dimana tahun anggaran 2016 dialokasikan sebesar 36,49 miliar, namun tahun anggaran 2017 ini menjadi Rp 7,5 miliar.

Untuk mencapi target pendatan tahun 2017, lanjutnya Kota Baubau hanya akan menggenjot sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diproyeksikan sebesar Rp 60,25 miliar. Dana Perimbangan sebesar Rp 714,64 miliar, dana lain-lain Pendapatan Daerah yang sah sebesar Rp 24,20 miliar.

Dijelaskan, PAD Kota Baubau 2017 diproyeksikan mengalami peningkatan sebesar Rp 598 juta dari sebelumnya hanya Rp 59,65 miliar. “Mengalami peningkatan sebesar Rp 598 juta dibandingkan tahun anggaran 2016,” tegasnya.

Karena itu, mantan Ketua DPRD Kota Baubau itu berharap ada koordinasi dari kerjasama dari seluruh elemen. Guna mengoptimalkan pemanfaatan sumber-sumber PAD yang terdiri dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan sumber pendapatan lain yang sah.

“Kita mengetahui bersama bahwa porsi terbesar dari pendapatan daerah kita masih berasal dari dana perimbangan, yaitu sebesar 89,43 persen. Sedangkan PAD yang dihasilkan dari usaha-usaha kita sendiri baru memberikan kontribusi sekitar 7,54 persen dari total pendapatan daerah,” pungkasnya.
Lebih lanjut Maasra menjelaskan, sedangkan sektor belanja terdiri dari dua yakni belanja tidak langsung dan belanja langsung. Untuk belanja tidak langsung terdiri dari alokasi belanja pegawai, belanja hibah, dan alokasi belanja bantuan kepada partai politik.

Sedangkan, kelompok belanja langsung dipergunakan untuk peningkatan sarana dan prasarana dasar perkotaan, peningkatan infrastruktur perkantoran, peningkatan ekonomi kerakyatan, pelestarian sumber daya alam (SDA), dan peningkatan sumber daya manusia (SDM).

“Antara lain, pembangunan jalan bay pass Lakologou-Waruruma, jalan lingkar Ruas Sorawolio-Bungi, peningkatan ruas jalan perkotaan, pembangunan infrastruktur air bersih, peningkatan pelabuhan jembatan batu, dan pembangunan penerangan jalan umum,” jelasnya.

Kemudian peningkatan infrastruktur perkotaan digunakan untuk merampungkan tahap III Gedung DPRD Baubau, pembangunan tahap II Mess Perwakilan di Kendari, pembangunan tahap II Kantor Bappeda, pembangunan tahap II Kantor Kecamatan Bungi dan Sorawolio, serta pembangunan tahap II Gedung ULP.

“Sementara itu, program peningkatan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan masyarakat diantaranya, pembinaan pelaku usaha ekonomi kreatif tenun, promosi industri kerajinan daerah, bantuan sarana dan prasarana UMKM, dan program gerakan bersama pembangunan masyarakat tangguh,” tambahnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, program prioritas lainnya di tahun 2017 adalah peningkatan sarana prasarana perdagangan, pertanian dan perikanan serta peningkatan sarana dan fasilitas pendidikan.

“Termasuk penyediaan buku dan alat praktek bagi siswa, peningkatan fasilitas kesehatan di rumah sakit maupun Puskesmas, peningkatan pelayanan persampahan, peningkatan Kamtibmas, dan berbagai kegiatan lainnya,” pungkasnya.(m5)

Perbandingan APBD Kota Baubau 2017 dan 2016

Proyeksi APBD 2017 APBD 2016

** Pendapatan:
Rp 799,09 miliar Rp 822,83 miliar
– Kurang Rp 23,73 miliar

* Dari DAK:
Rp 150,99 miliar Rp 235,23 miliar
– Kurang 85,27 miliar

* Dana Penyesuaian:
Rp 7,5 miliar Rp 36,49 miliar
– Menurun Rp 28,99 miliar

* Dana PAD:
Rp 60,25 miliar Rp 59,65 miliar
– Bertama Rp 598 juta

* Dana Perimbangan:
Rp 714,64 miliar

* Lain-lain:
Rp 24,20 miliar
** Belanja:
Rp 845,72 miliar Rp 987,94 miliar
– Menurun Rp 142,22 miliar
* Belanja Langsung Rp 418,52 miliar
* Belanja tidak Langsung Rp 427,19 miliar

Buton Pos

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top