70 Ribu Pohon Cabai di Bombana Dipanen – Fajar Sultra
News

70 Ribu Pohon Cabai di Bombana Dipanen

Pj Bupati Bombana, Hj Sitti Saleha saat panen perdana lombok di wilyayah kerjanya. Foto: Nuriadi/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID,RUMBIA—Petani di Desa Tampabulu, Kecamatan Poleang Utara bukan hanya menjadi penyandang gabah kering maupun beras di wilayah Bombana. Kedepan, warga di daerah itu akan menjadi penyuplai cabai rawit di eks otorita Kabupaten Buton itu termasuk di beberapa daerah lain di Sultra maupun di Provinsi tetanga.

Hal ini bukan tanpa alasan. Sejak beberapa bulan lalu, sebagian petani di Tampabulu ternyata tengah mengembankan tanaman hortikultura, cabe rawit “dewata 43 F1” di daerahnya. Aktivitas ini tidak dilakukan sendiri oleh petani dari Tampabulu. Namun didampingi oleh perusahaan dengan PT East West Seed Indonesia atau petani setempat mengenalnya dengan perusahaan dagang cap panah merah.

Aktivitas tambahan petani Tampabulu ini sudah dinikmati hasilnya. Bahkan Sabtu akhir pekan kemarin, dengan mengundang Pj Bupati Bombana, Sitti Saleha, petani setempat telah melakukan panen perdana dari hasil bercocok tanam barunya itu. Menurut Kepala Desa Tampabulu, Arifin, saat ini tercatat sekitar 70 ribu pohon cabai yang sudah siap panen di wilayahnya. Tanaman itu merupakan hasil kerja keras dari petani dari kalangan pemuda di Tampabulu.

Ambo Amsar, konsultan PT East West Seed Indonesia mengatakan, pihaknya masuk di Tampabulu karena menilai daerah itu sangat potensial untuk pengembangan hortikultura, khususnya cabai rawit “dewata 43 F1”. Dia menjelaskan, usaha ini sangat membantu tambahan penghasilan petani Tampabulu. Bayangkan, dengan harga pasaran Rp 25 ribu perkilo, petani mereka bisa mendapatkan dana Rp 20 juta dalam 1 ton cabai rawit. “Kalau dapat 10 ton, bisa 200 juta rupiah di dapatkan. Jadi kalau, petani-petani Tampabula sudah kenal hortikultura, maka susah untuk ditinggalkan. Usaha ini banyak yang pandang sebelah mata, tapi kalau dihitung-hitung hasilnya sangatlah bergengsi,” katanya.

Sementara Pj Bupati Bombana, Sitti Saleha memuji langkah petani-petani muda di Desa Tampabulu. “Jarang ada pemuda-pemuda berpikir ke arah agribisnis. Karena biasanya, pemuda lebih cenderung menjadi pekerja konstruksi,” katanya. Pilihan petani muda dari Tampabulu memang tidak salah. Karena mereka memilih menjadi petani dengan komoditi unggulan, strategi bahkan seksi. Menurut Saleha, tanaman cabai cukup seksi karena, orang tidak akan hidup tanpa cabe, bahkan tidak ada orang yang tidak butuhkan cabai. Tanpa cabai sambung Saleha, kurang nafsu makan, olehnya itu dia akan mendukung program yang dilakoni petani muda dari Poleang Utara tersebut. (nuriadi)

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top