4.158 WNA di Sultra, 3.752 Pakai Visa Wisata untuk bekerja – FAJAR Sultra
News

4.158 WNA di Sultra, 3.752 Pakai Visa Wisata untuk bekerja

WNA yang selalu ramai di Bandara Haluoleo Kendari. Foto: Dok Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID,JAKARTA—Serbuan warga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang masuk ke Sultra cukup tinggi. Jumlahnya mencapai 4.158 orang. Dengan modal visa kunjungan (wisata), mereka mencoba mengambil alih lapangan kerja yang ada. Wajar saja jika mobilitas warga asing di Bandara Haluoleo sangat tinggi.

Tak hanya tenaga teknis, pekerjaan kasar pun sebagai buruh diembat. Lemahnya pengawasan terhadap warga asing tersebut membuat sejumlah perusahaan di Sultra hanya memanfaatkan tenaga kerja impor hanya menggunakan visa kunjungan. Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI merilis data WNA yang masuk Sultra selama 2016 sebanyak 4.158 orang. Hanya 402 orang diantara mereka yang menggunakan visa tinggal terbatas seperti mengunjungi keluarga bekerja atau semacamnya yang sesuai dengan undang-undang nomor 6 tahun 2011.

Artinya, ada 3.752 WNA yang menggunakan visa kunjungan. Hanya satu saja WNA yang masuk di jazirah Sultra dengan visa izin tinggal tetap. Mobilitas WNA diperkirakan mencapai 519 orang per bulan. Itu data resmi yang masuk ke Ditjen Imigrasi. Sementara, fakta yang ada, mobilitas WNA di Bandara Haluoleo Kendari cukup besar. Pada daftar kedatangan, jumlah WNA mencapai rata-rata 80 orang per hari atau sebulan diperkirakan mencapai 2.400 orang. Sedang daftar keberangkatan, dalam sepekan WNA yang meninggalkan Sultra hanya 65 orang atau sekitar 260 orang dalam sebulan.

Humas Ditjen Imigrasi Kemenkumham RI, Fijar mengatakan data yang dikeluarkan itu sesuai dengan hasil pemantauan Imigrasi terhadap WNA yang masuk di wilayah Sultra dan sekitarnya. Untuk memantau tujuan mereka selama berada di Kendari, kata dia, harusnya Imigrasi Kendari dan Baubau yang bertindak. Apalagi ada lembaga yang dibentuk Imigrasi dan instansi lain bertugas memantau orang asing selama berada di daerah.

Tidak menutup kemungkinan, kata dia, izin kunjungan dipegang WNA tapi mereka bekerja selama berada di Sultra. “Tapi kami tidak tahu pasti. Apakah visa wisata tapi bekerja saat berada di sana. Yang lebih mengetahui soal itu Kantor Imigrasi di daerah,” ujar Fijar saat ditemui, kemarin.

Sementara itu, anggota DPR RI Amirul Tamim membenarkan bila belakangan ini banyak WNA yang masuk di Sultra. “Saat saya berada di bandara (Bandara Haluoleo, red), saya lihat banyak WNA di sana. Dan ini sudah menjadi pembahasan kami di DPR,” ungkap politisi PPP itu kepada Kendari Pos.

Mantan Wali Kota Baubau itu menambahkan DPR telah membahas soal WNA yang masuk di Indonesia termasuk Sultra dengan pihak pemerintah. Dan, itu akan terus dikawal. Jangan sampai ada WNA yang menggunakan visa wisata tapi bekerja saat di sana. “Kita harus awasi,” ujarnya. (RAMADAN)

Kendari Pos

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top