89 Ribu Pemilih Belum Kantongi e-KTP – FAJAR Sultra
News

89 Ribu Pemilih Belum Kantongi e-KTP

KENDARI – Jumlah pemilih yang masuk dalam daftar pemilih sementara (DPS) tetapi belum mempunyai kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) ternyata cukup besar.

Tercatat, ada 89.553 pemilih tersebar di tujuh kabupaten kota yang belum mengantongi KTP elektronik. Karena itu, KPU di daerah terus berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat agar pemilih tersebut bisa memiliki KTP elektronik.

Anggota KPU Sultra, Andi Sahibuddin mengatakan, dengan adanya koordinasi tersebut, ada beberapa daerah yang sudah berkurang pemilih tak mempunyai e-KTP.Di Bombana misalnya. Di sana, dari 14.089 pemilih tak mempunyai e-KTP sekarang sudah berkurang 4.000 orang sehingga sisanya masih dikoordinasikan dengan Disdukcapil.

Di Buton, dari 11.694 pemilih yang tak memiliki KTP elektronik sudah berkurang menjadi 3.157 orang. Begitu juga di Kolaka Utara. Di sana, warga yang belum memiliki e-KTP sisa 9.240 orang.

Menurut Andi Sahibuddin, kalau merujuk Undang- Undang 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, hanya warga yang memiliki e-KTP saja yang memenuhi syarat menjadi pemilih. Meski begitu, KPU tidak bisa berhenti sampai di situ.

“Karena kalau itu diberlakukan maka sudah bisa dipastikan banyak warga yang tidak terakomodir hak-hak konstitusinya untuk memilih. Padahal (mereka yang belum memiliki e-KTP ini) telah memenuhi syarat menjadi pemilih kalau dilihat dari aspek usia,” katanya dalam rapat koordinasi pengawasan tahapan pemutakhiran data pemilih dan kampanye media massa pada pilkada 2017 di Same Hotel Kendari, Selasa (22/11).

Saat ini, KPU membuka ruang dengan menerbitkan PKPU 8 Tahun 2016 terkait pemutakhiran data pemilih. Dalam peraturan itu disebutkan, meski tidak memiliki e-KTP, warga masih bisa didaftar sebagai pemilih asalkan mendapat surat keterangan kependudukan dari Disdukcapil.

Meski regulasi membolehkan seperti itu, namun hal tersebut tetap menemui kendala. Soalnya, Disdukcapil tidak mudah memberikan surat keterangan kependudukan kepada warga supaya bisa didaftar sebagai pemilih.

“Ada ketentuan yang berlaku yang harus diikuti. Karena ternyata, Disdukcapil tidak akan mengeluarkan surat keterangan kependudukan apabila masyarakat tersebut tidak terdaftar dalam data base kependudukan,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya terus mendorong masyarakat agar memiliki legalitas kependudukan supaya semuanya bisa terdaftar sebagai pemilih.

Dia menegaskan manakala ada pemilih yang terdaftar dalam DPS tetapi tidak terdaftar dalam data base kependudukan dan tidak mampu menunjukan KTP elektronik dan surat keterangan kependudukan maka pada 4 Desember 2016 KPU akan menghapus mereka dalam daftar pemilih. (*/b)

Nomor Daerah Jumlah Pemilih di DPS Belum Punya e-KTP
1 Kota Kendari 9.483
2 Bombana 14.089
3 Buton 11.694
4 Buton Selatan 10.450
5 Buton Tengah 16.494
6 Kolaka Utara 18.811
7 Muna Barat 8532

Total 89.553

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top