Dapat Ancaman Paslon, KPU Kendari Tak Gentar – FAJAR Sultra
News

Dapat Ancaman Paslon, KPU Kendari Tak Gentar

KENDARI – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kendari Hayani Imbu tidak mempersoalkan rencana Calon Wakil Wali Kota Kendari Haris Andi Surahman yang akan melaporkan komisioner ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Baginya pelaporan tersebut tidak bisa dihalangi dan merupakan hak setiap pasangan calon.

Pihaknya pun sudah siap menghadapi laporan yang disampaikan para kandidat ke DKPP. “Mau tidak mau kita harus siap,” katanya saat ditemui di Kendari, Selasa (22/11).

Sebelumnya, Haris Andi Surahman berencana menyeret komisioner KPU Kendari ke DKPP karena dianggap kurang teliti dalam menyusun daftar pemilih sementara (DPS). Menurutnya DPS yang diumumkan KPU banyak yang masih ganda dan masih mencantumkan warga yang sudah meninggal dunia.

Harusnya kata dia KPU tidak bisa main main dalam menyusun daftar pemilih. “Karena satu suara pemilih itu turut mempengaruhi kemenangan dalam pilwali,” akunya.

Bukan hanya pemilih ganda, Haris Andi Surahman juga menyoroti pembengkakan tempat pemungutan suara (TPS) disaat jumlah pemilih justru mengalami penurunan.

Saat pemilihan presiden 2014 berlangsung, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang ditetapkan KPU sebanyak 243.680 orang dengan jumlah TPS sekira 572. Sedangkan dalam pemilihan wali kota 2017, jumlah DPS sekira 193.432 orang dengan TPS sebanyak 595.

Menurutnya jumlah pemilih di dalam satu TPS harusnya bisa mencapai 300 atau 400 orang. Namun berdasarkan temuan mereka, ada TPS yang pemilihnya cuma enam orang, 21 orang, dan 33 orang. Sehingga ia berharap supaya TPS yang sedikit pemilihnya bisa digabungkan agar mampu mengefisienkan anggaran yang ada.

Memang kata dia penyusunan TPS harus memperhatikan letak geografis yang ada.

“Tapi di Kendari ini, adakah wilayah yang sulit dijangkau dalam satu kelurahan?,” katanya.

Hayani Imbu sendiri menanggapi santai ancaman tersebut. Menurutnya DPS yang mereka umumkan kepada publik masih bisa diperbaiki.

“Makanya kenapa DPS itu kita umumkan supaya bisa mendapat tanggapan masyarakat supaya bisa diperbaiki,” jelasnya.

Saat ini, KPU sedang memperbaiki DPS yang sudah ditetapkan sebelumnya. Bahkan pada 24 November mendatang, KPU bersama tim kampanye akan melaksanakan verifikasi data pemilih di tingkat kecamatan.

“Jadi tanggal 24 November nanti, kita akan pastikan tidak ada lagi daftar pemilih ganda. Kita akan upayakan tidak ada lagi pemilih yang sudah meninggal dunia tapi masih terdaftar di DPS,” tegasnya.

Mengenai DPS yang membengkak juga ditanggapi Teo sapaan akrab Hayani Imbu. Menurutnya jumlah TPS sebanyak itu lahir disaat DPT pilpres dan daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) disinkronkan sehingga melahirkan daftar pemilih sekira 301 ribu.

“Makanya ketika itu kita tambah TPS (menjadi 595). Dengan adanya pengurangan jumlah pemilih ini maka kita pasti akan putuskan TPS berkurang. Tapi pengurangan itu jangan sekarang dulu karena kemarin masih masa tanggapan dan masukan masyarakat. Jangan sampai masa tanggapan masyarakat itu banyak yang belum terdaftar . Kalau TPS-nya langsung dicoret, mau ditampung kemana mereka,” ungkapnya.

Dia memastikan TPS sebanyak 595 akan berkurang seiring dengan merosotnya jumlah pemilih. Berkait berapa kekurangannya, pihaknya belum bisa memutuskan.

“Yang jelas, kita akan rasionalkan TPS dengan melibatkan tim kampanye paslon dan Panwaslu,” pungkasnya. (r1/b/ian)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top