Antisipasi Konflik, Polisi Siaga – FAJAR Sultra
News

Antisipasi Konflik, Polisi Siaga

BUTONPOS.COM, BAUBAU–Dua malam terakhir, Senin-Selasa (21-22/11), Jembatan Gantung Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, tampak dijaga ketat ratusan personil kepolisian. Hal ini dilakukan menyusul adanya ketegangan kelompok pemuda Kanekea, Kelurahan Nganganaumala dan Wameo.

Kisruh antara pemuda itu terjadi sejak, Senin (21/11) malam sekira pukul 22.00 Wita. Saat itu kedua kelompok pemuda terjadi pertengkaran mulut, namun berakhir tanpa adu fisik.

Keesokan harinya, Selasa (22/11) kedua kempolotan pemuda itu kembali beradu. Kali ini kedua kubu sudah mengeluarkan busur dan parang panjang. Polisi berusaha menyuruh dua kelompok tersebut membubarkan diri, namun tak diindahkan, bahkan mereka tetap saja saling menyerang.

Polisi akhirnya mengambil tindakan tegas sehingga dua kelompok warga tersebut lari menghindari kejaran polisi.

Untuk mengantisipasi jangan sampai tawuran berlanjut, personil Polres Baubau diterjunkan untuk menjaga sekitar Kanakea.

Tidak tanggung-tanggung dalam penjagaan, Selasa (22/11) malam para petinggi Kepolisian Resort (Polres) Baubau seperti Kabag Ops Kompol Totok Handoyo SIK, Kasat Reskrim AKP Diki Kurniawan SIK, Kasat Narkoba AKP Muslimin, dan sejumlah Kapolsek turun tangan.

Kapolres Baubau, AKBP Suryo Aji SIK melalui Kabag Ops Kompol Totok Handoyo SIK, mengakui pelaksanaan operasi Cipta Kondisi (Cipkon) ini dalam rangka menjaga situasi Kamtibmas imbas dari bentrokan antara pemuda Kanakea dengan Wameo dua hari belakangan.

“Untuk sementara dari dua malam ini, malam pertama kita jaga di sini (Jembatan Gantung, red) dan malam kedua beberapa titik kita laksanakan cipta kondisi di tiga jembatan, yaitu Jembatan Gantung, Jembatan Beli, dan Jembatan Tengah untuk mengantisipasi terulangnya konflik antara Kanakea dengan Wameo,” ungkap Totok di Jembatan Gantung, Selasa (22/11) malam.

Kata perwira satu melati ini, 150 personil dari berbagai satuan dan didukung aparat Polsek diterjunkan dalam operasi ini. Selain menjaga Kamtibmas, pihaknya juga menyasar kepemilikan minuman keras (Miras) dan senjata tajam (Sajam) ilegal dari pengguna jalan.

Totok mengungkapkan, aparat akan selalu siaga hingga pagi hari, khususnya di Jembatan Gantung. Penjagaan seperti ini akan terus dilakukan hingga situasi benar-benar kondusif.

“Iya, kita berusaha mengatur personil kira-kira selepas magrib sampai dengan pagi hari dijaga. Sampai kira-kira beberapa hari ke depan sampai situasi kondusif, baik malam hari maupun siang,” pungkasnya. (exa)

Buton Pos

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top