Lakukan Pembangunan Segala Bidang – FAJAR Sultra
News

Lakukan Pembangunan Segala Bidang

KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dibawah kepemimpinan Ir Asrun-Musadar terus melakukan pembangunan di segala bidang.

Bahkan kini Pemkot Kendari merencanakan pembangunan kota tanpa kumuh yang dikemas dalam program kotaku, melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), yang diawali dengan kegiatan lokakarya.

Askar M ST MSi

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bappeda Kota Kendari, Kadis Pekerjaan Umum, kalangan akademis dan SKPD terkait, serta camat dan lurah lingkup Kota Kendari.

Kepala Bappeda Kota Kendari, Askar M ST MSi mengatakan, luas lahan yang kumuh di Kota Kendari saat ini ada sekitar 497 hektare untuk di tuntaskan dengan program dan kesungguhan dari kotaku. Namun untuk mewujudkannya tidak semudah membalikan telapak tangan, melainkan membutuhkan proses.

Lebih lanjut Askar menjelaskan, faktor yang mempegaruhi sukses dan tidaknya program tersebut yaitu faktor sosial dan anggaran lah yang paling krusial atau penting.

“Itulah tantangan kita sampai tahun 2019 mendatang,” ujarnya.

Menurut dia, kesadaran masyarakat untuk mendukung program tersebut perlu ditingkatkan, sebab jika tidak, tentunya pihak pemda akan kesulitan. Disebutkannya, kawasan kumuh saat ini ada di daerah sekitar pesisir, salah satunya adalah Kecamatan Abeli.

Selain faktor sosial, kata dia, juga ada faktor anggaran. Askar menjelaskan, untuk mengatasi 497 hektar kawasan kumuh tersebut, membutuhkan biaya sekitar 500 sampai 600 miliar. Untuk itu, sumber pendanaannya harus ditunjag melalui APBN, APBD, dan swadaya masyarakat.

“Seandainya semua kita masukkan ke APBD kota, maka gaji pegawai tidak bisa dibayar lagi,” tutur Aksar seraya tersenyum.

Tambahnya, Kota Kendari masuk dalam 30 Kota kumuh secara nasional hal ini disebabkan oleh, tingkat kelahiran semakin meningkat dengan angka kelahiran 2,75 persen dari penduduk Kota tiap tahunya, ekonomi dikota sangat menarik untuk masyarakat desa, serta peningkatan jumlah penduduk tersebut dibarengi dengan keterbatasan kemampuan pemerintah daerah untuk mengurangi dan mencegah tumbuhnya pemukiman kumuh.

“Peran serta pemerintah sangat dibutuhkan nmun apa bisa ditangani jika pemerintah satu dan yang membangun kawasan kumuh itu mencapai ratusan, namun pemerintah juga selalu mengoptimalkan apa yang harus dilakukan untuk mencegah hal demikian,” tambahnya.

Untuk diketahui, dalam program kotaku, ada tiga metode yang akan diterapkan, yakni metode penanganan terhadap individu, rumah dan kawasan. Hal itu harus berjalan serentak karena hal tersebut merupakan satu kesatuan , sebab jika tidak, setelah ditinggalkan akan kembali menjadi daerah yang kumuh.

“Hal-hal inilah yang kemudian kita lakukan, dalam rangka mencapai kota tanpa kumuh di tahun 2019 mendatang,” pungkasnya.

Harapanya, melalui program KOTAKU ini pemerintah kota kendari bisa menyelesikan pekerjan yang sudah menjadi pr itu dengan dana yang sudah disediakan hingga empat tahun kedepan dengan kerjasama antara pemda sendiri dan swadaya dan beberapa lainya.

“Bisa dihapuskan hingga empat tahun kedepan dengan konsisten antara pemerintah dan beberapa pihak terkait dalah hal pendanaan,karena dananya tidak sedikit,” ucapnya. (p6/b/put)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top