Status Kasus Dugaan SPPD Fiktif KPID Ditingkatkan – FAJAR Sultra
News

Status Kasus Dugaan SPPD Fiktif KPID Ditingkatkan

KENDARI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari terus mengusut dugaan manipulasi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif pada Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sultra tahun 2015 lalu.

Setelah memeriksa tujuh orang saksi dalam kasus itu, penyidik akhirnya menaikan status kasus itu ke tahap penyidikan, Selasa (22/11). Dengan begitu, penyidik telah menemukan perbuatan melawan hokum kasus itu.

Sejumlah saksi yang sudah diperiksa diantaranya, mantan komisioner hingga anggota komisoner yang belum lama dilantik.

“Iya, kami sudah naikkan ke penyidikan. Baru Selasa (22/11) kemarin,” jelas Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kendari, Tajuddin.

Dia menjelaskan, dalam waktu dekat akan kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap para saksi untuk tahap penyidikan. Kemungkinan besar para saksi yang diperiksa pada tahap penyelidikan lalu bakal diundang kembali untuk dimintai keterangannya sebagai saksi pada tahap penyidikan.

Bukan hanya itu, sambung Tajuddin, penyidik bakal berkolaborasi dengan tim ahli untuk melakukan audit total kerugian negara dan total anggaran KPID yang melekat dalam APBD Provinsi Sultra. Utamanya menyangkut anggaran perjalanan dinas yang digunakan para mantan komisioner KPID tahun 2015 lalu.

“Jadi ini kan kasus dari tahun 2015 lalu. Kami terus kumpulkan bukti untuk bisa kita naikan ke penyidikan,’ ujarnya.

Meski sudah meningkatkan status ke penyidikan, Tajuddin masih enggan berspekulasi tentang tersangka dalam kasus itu. Menurutnya, penyidik terus mengumpulkan bukti-bukti dari keterangan saksi dan dokumen.

“Soal tersangkanya nanti aja yah, kami masih mengumpulkan bukti ini. Intinya kami sudah naikkan ke tahap penyidikan. Informasi selanjutnya ditunggu saja,” tandasnya. (m4/b/din)

Rakyat Sultra

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top